IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Risalah The Fed: Beberapa Pejabat Isyaratkan Naikkan Suku Bunga

By Aurelia 6 months ago Ekonomi
Image source: AP/ livemint.com
SHARE

[Medan | 9 April 2026] Risalah rapat Federal Reserve menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap tekanan inflasi, khususnya yang dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Dalam notulensi pertemuan 17–18 Maret, sejumlah pejabat bahkan mulai membuka ruang kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap persisten di atas target.

Dokumen tersebut mengungkapkan dilema kebijakan yang dihadapi The Fed. Di satu sisi, konflik yang berkepanjangan berpotensi menekan pasar tenaga kerja dan mendukung argumen pelonggaran moneter. Namun di sisi lain, lonjakan harga energi berisiko memperkuat inflasi, sehingga mendorong sebagian pejabat untuk mempertimbangkan pengetatan kebijakan.

Beberapa anggota FOMC menilai pentingnya pendekatan “two-way risk”, yakni membuka opsi baik kenaikan maupun penurunan suku bunga ke depan, tergantung arah inflasi. Bahkan, dibandingkan pertemuan sebelumnya, jumlah pejabat yang cenderung hawkish terlihat meningkat.

Mayoritas pembuat kebijakan juga sepakat bahwa proses penurunan inflasi menuju target 2% akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Hal ini memperkuat sikap wait and see The Fed, dengan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75% sambil memantau perkembangan global.

Risalah ini juga menyoroti risiko spillover dari konflik geopolitik, terutama melalui jalur harga energi. Kenaikan harga minyak yang berkelanjutan dinilai dapat mendorong inflasi inti serta meningkatkan sensitivitas ekspektasi inflasi jangka panjang.

Secara keseluruhan, arah kebijakan moneter AS kini menjadi semakin tidak pasti. Meski proyeksi resmi masih menunjukkan satu kali penurunan suku bunga pada 2026, pasar mulai meragukan realisasi pelonggaran tersebut dalam waktu dekat, terutama jika tekanan inflasi dari sisi energi terus berlanjut.

 

You Might Also Like

Rilis Besok, Cadangan Devisa RI September 2026 Diproyeksi Turun Tipis

Aturan Karbon Eropa, Nikel Indonesia Baru Penuhi 31% Standar ESG

Yield Obligasi AS Naik Terus, Tenor 10 Tahun Tembus 5,3%

Suahasil Tegaskan Dividen Danantara Tidak Masuk APBN 2027

Arab Saudi Pangkas Harga Minyak Untuk Asia ke Level Terendah 6 Tahun

TAGGED: FOMC Minutes, rapat The Fed, risalah the fed, suku bunga AS
Aurelia April 9, 2026 April 9, 2026
Previous Article Trump Ancam Tarif 50% Untuk Negara yang Pasok Senjata ke Iran, Incar China & Rusia?
Next Article Intervensi Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun ke US$148,2 M per Akhir Maret 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?