[Medan | 13 Mei 2026] Pencalonan Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve selangkah lebih dekat menuju pengesahan setelah Senat Amerika Serikat menyetujui pemungutan suara prosedural (cloture) pada Senin (12/5/2026) malam waktu setempat.
Dalam voting tersebut, Senat memberikan dukungan dengan hasil 49 suara berbanding 44, yang berarti proses konfirmasi Warsh dapat dilanjutkan ke tahap pemungutan suara final untuk pengesahan sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed.
Voting Awal Mulus, Konfirmasi Final Menyusul
Hasil voting ini secara efektif mengakhiri hambatan prosedural yang sempat menghalangi proses nominasi. Dengan demikian, Warsh diperkirakan akan dikonfirmasi sebagai gubernur The Fed pada Selasa (13/5/2026), sebelum menjalani pemungutan suara terpisah untuk menjabat sebagai Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell.
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei 2026, meskipun ia masih dapat tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur hingga 2028.
Dukungan Bipartisan Perkuat Peluang Warsh
Dua senator dari Partai Demokrat, John Fetterman dan Chris Coons, ikut memberikan suara mendukung Warsh.
Sementara itu, Senator Republik Thom Tillis mencabut penolakannya terhadap nominasi tersebut setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat menghentikan penyelidikan terkait renovasi kantor pusat The Fed yang sebelumnya menyeret nama Powell.
Dengan dukungan tersebut, peluang Warsh untuk memperoleh konfirmasi final dinilai sangat besar.
Demokrat Khawatir Independensi The Fed Terancam
Meski memiliki peluang tinggi untuk disahkan, pencalonan Warsh tetap menuai kritik dari sejumlah senator Demokrat.
Senator Elizabeth Warren menilai Warsh berpotensi terlalu dekat dengan Presiden Donald Trump, yang secara terbuka mendorong The Fed agar segera menurunkan suku bunga.
Menurut Warren, independensi bank sentral dapat tergerus apabila Ketua The Fed terlalu mengikuti tekanan politik dari Gedung Putih.
Warsh Janji Jaga Independensi Kebijakan Moneter
Dalam sidang konfirmasi sebelumnya, Warsh menegaskan bahwa dirinya akan menjalankan tugas secara independen dan tetap berfokus pada mandat utama The Fed, yakni menjaga stabilitas harga dan mendukung pasar tenaga kerja.
Pasar keuangan kini menantikan apakah kepemimpinan Warsh akan membawa perubahan signifikan terhadap arah kebijakan moneter AS, terutama terkait peluang percepatan penurunan suku bunga pada paruh kedua 2026.

