IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Ancam Hancurkan Pulau Kharg Jika Tak Sepakat Akhiri Perang, Bursa Asia Siap Melemah?

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ aa.com.tr
SHARE

[Medan | 31 Maret 2026] Bursa saham Asia diperkirakan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (31/3), mengikuti tekanan dari Wall Street di tengah meningkatnya eskalasi konflik Iran setelah ancaman terbaru dari Donald Trump.

Contents
Obligasi Mulai Rebound, Ekspektasi The Fed BerubahEskalasi Baru: Target Energi Iran

Kontrak berjangka indeks saham di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong bergerak di zona negatif, sementara Australia hanya naik tipis. Di AS, indeks S&P 500 ditutup di level terendah sejak Agustus dan kini hanya sekitar <1% dari zona koreksi (turun 10%), sedangkan Nasdaq 100 telah terkoreksi sekitar 12% dari puncaknya.

Tekanan pasar dipicu kombinasi lonjakan harga minyak + risiko perang berkepanjangan, yang meningkatkan kekhawatiran stagflasi (inflasi naik, pertumbuhan turun).

Obligasi Mulai Rebound, Ekspektasi The Fed Berubah

Di sisi lain, pasar obligasi mulai menunjukkan pemulihan. Imbal hasil US Treasury turun setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih “terjangkar dengan baik”, meskipun ada tekanan energi dalam jangka pendek.

Pernyataan ini memicu perubahan besar di pasar:

  • Ekspektasi kenaikan suku bunga mulai ditinggalkan
  • Probabilitas pemangkasan suku bunga kembali meningkat
  • Yield obligasi global (termasuk Australia & NZ) ikut turun

Artinya, pasar mulai melihat risiko utama bukan lagi inflasi semata, tetapi perlambatan ekonomi akibat shock energi.

Eskalasi Baru: Target Energi Iran

Ketegangan meningkat setelah Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.

Ancaman ini krusial karena:

  • Pulau Kharg menyumbang mayoritas ekspor minyak Iran
  • Gangguan di titik ini = shock suplai global langsung
  • Berpotensi mendorong harga minyak ke skenario ekstrem (>US$120–150)

 

You Might Also Like

Trump Beri Sinyal Minta Negara-Negara Arab Bayar Biaya Perang Iran

Pemerintah Akan Umumkan Kebijakan Baru dari WFH Hingga B50 Hari Ini

Pidato Powell di Harvard: The Fed Belum Perlu Naikkan Suku Bunga Imbas Perang Iran-AS

Iran Serang Tanker Minyak Kuwait di Dubai

OECD Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,8% di 2026, dan 5% di 2027

TAGGED: perang iran-AS, trump ancam Iran
Aurelia Tanu March 31, 2026 March 31, 2026
Previous Article Iran Serang Tanker Minyak Kuwait di Dubai
Next Article Pidato Powell di Harvard: The Fed Belum Perlu Naikkan Suku Bunga Imbas Perang Iran-AS
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?