IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Beri Sinyal Minta Negara-Negara Arab Bayar Biaya Perang Iran

By Aurelia 5 months ago Ekonomi
Image source: AP/ latimes.com
SHARE

[Medan | 31 Maret 2026] Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa negara-negara Arab berpotensi diminta untuk ikut menanggung biaya perang melawan Iran, yang nilainya telah mencapai puluhan miliar dolar dan terus meningkat seiring berlanjutnya konflik.

Contents
Biaya Perang Membengkak CepatTekanan Energi Mulai TerasaNegosiasi vs Eskalasi Masih Berjalan Bersamaan

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa skema pembiayaan tersebut merupakan salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan, mengingat preseden pada Perang Teluk 1990 di mana sekutu AS turut membiayai operasi militer hingga US$54 miliar (setara sekitar US$134 miliar saat ini). Namun berbeda dengan saat itu, konflik kali ini tidak melibatkan koalisi luas sejak awal, sehingga potensi pembagian beban biaya menjadi lebih kompleks secara geopolitik.

Biaya Perang Membengkak Cepat

Biaya konflik menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam waktu singkat:

  • Hari ke-6: ~US$11,3 miliar
  • Hari ke-12: ~US$16,5 miliar
  • Hari ke-31: diperkirakan jauh lebih tinggi
  • Tambahan anggaran: permintaan hingga US$200 miliar ke Kongres

Lonjakan biaya ini mencerminkan intensitas operasi militer yang tinggi sekaligus kebutuhan replenishment amunisi dan logistik.

Tekanan Energi Mulai Terasa

Dampak perang mulai merembet ke sektor energi, dengan harga bensin di AS naik menjadi sekitar US$3,99 per galon, meningkat lebih dari US$1 dibandingkan sebelum konflik. Kenaikan ini terjadi di tengah gangguan pasokan global, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Pemerintah AS menilai kenaikan harga energi ini sebagai konsekuensi jangka pendek, dengan narasi bahwa stabilitas jangka panjang akan tercapai jika konflik dapat diselesaikan.

Negosiasi vs Eskalasi Masih Berjalan Bersamaan

Di tengah tekanan militer, Gedung Putih mengklaim bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan positif, meskipun pernyataan publik dari Teheran cenderung kontradiktif. Di sisi lain, AS tetap membuka opsi eskalasi, termasuk ancaman terhadap infrastruktur energi Iran jika tidak ada kesepakatan.

Hal ini menciptakan kondisi pasar yang sangat dipengaruhi oleh headline, di mana arah konflik dapat berubah cepat antara de-eskalasi dan intensifikasi.

 

 

You Might Also Like

Prabowo Sebut Motor Listrik Nasional Diproduksi Paling Lambat 2028

Prabowo Mau RI Tekan Impor BBM Lewat CNG hingga Biofuel

Trump Bakal Terapkan Tarif 100% Untuk Impor Drone

Inflasi Produsen AS Juli Melambat, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga?

Inflasi AS Juli Sesuai Ekspektasi, Fed Punya Ruang Pangkas Suku Bunga?

TAGGED: perang iran-AS, trump negara Arab
Aurelia March 31, 2026 March 31, 2026
Previous Article Pemerintah Akan Umumkan Kebijakan Baru dari WFH Hingga B50 Hari Ini
Next Article Trump Akan Segera Akhiri Perang dengan Iran, IHSG Siap Euforia?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?