IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Disebut Tak Senang dengan Proposal Perdamaian Iran

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ kimatv.com
SHARE

[Medan | 28 April 2026] Upaya diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menghadapi hambatan setelah Presiden Donald Trump dilaporkan tidak menyetujui proposal perdamaian terbaru dari Teheran.

 

Proposal Ditolak karena Abaikan Isu Nuklir

Seorang pejabat AS menyatakan bahwa Trump menolak proposal tersebut karena tidak mencakup pembahasan terkait program nuklir Iran—isu yang selama ini menjadi fokus utama Washington.

Proposal Iran sebelumnya mengusulkan agar pembahasan nuklir ditunda hingga konflik mereda dan sengketa jalur pelayaran di kawasan Teluk terselesaikan. Namun, AS tetap bersikeras bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak tahap awal.

Pembahasan di Gedung Putih, Tapi Belum Ada Titik Temu

Pada Senin (27/4/2026), Trump telah menggelar pembahasan bersama tim penasihat keamanan nasional untuk mengevaluasi proposal tersebut. Meski demikian, belum ada sinyal bahwa Washington akan melunak terhadap posisi yang diajukan Iran.

Di sisi lain, Pakistan sebagai mediator masih terus berupaya menjembatani perbedaan kedua negara, meskipun progres negosiasi dinilai semakin terbatas.

Diplomasi Melemah, Utusan AS Batal Berangkat

Harapan terhadap kemajuan diplomasi semakin memudar setelah Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad. Keputusan ini mempertegas bahwa komunikasi tingkat tinggi antara kedua pihak masih tertahan.

Dampak ke Market: Ketidakpastian Tetap Tinggi

Kebuntuan negosiasi memperpanjang ketidakpastian geopolitik, terutama terkait stabilitas pasokan energi global. Selama belum ada kesepakatan yang mencakup isu utama seperti nuklir dan jalur distribusi energi, harga minyak berpotensi tetap tinggi dan menjaga tekanan inflasi global.

Bagi pasar keuangan, kondisi ini cenderung mempertahankan sentimen risk-off, dengan investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah ketidakjelasan arah konflik.

 

You Might Also Like

Harga Plastik Naik, Pemerintah Siapkan Insentif

Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini 6 Pejabatan Baru dan Jabatannya

Iran Kirim Proposal Perdamaian Baru ke AS Lewat Pakistan

Negosiasi AS-Iran Kembali Disorot, Harga Minyak Naik Tembus US$ 108 per Barel

Ini Daftar Saham yang Masuk dan Keluar IDX30, LQ45 dan IDX80 Mei 2026!

TAGGED: negosiasi Iran-AS, Trump proposal Iran
Aurelia Tanu April 28, 2026 April 28, 2026
Previous Article Iran Kirim Proposal Perdamaian Baru ke AS Lewat Pakistan
Next Article Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini 6 Pejabatan Baru dan Jabatannya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?