[Medan | 20 Mei 2026] Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat masih membuka kemungkinan melakukan serangan militer terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan damai dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia tetap lebih memilih solusi diplomatik dibandingkan opsi militer.
Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat hampir memerintahkan serangan terhadap Iran, tetapi menunda keputusan tersebut setelah menerima proposal baru dari Teheran yang bertujuan mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Saya tinggal satu jam lagi dari membuat keputusan untuk menyerang hari ini,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (19/5/2026).
Menurut Trump, keputusan final dapat diambil dalam waktu dekat apabila negosiasi tidak menunjukkan perkembangan yang berarti.
Iran Ajukan Proposal Perdamaian
Pemerintah Iran mengusulkan penghentian permusuhan di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, serta meminta penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran. Selain itu, Teheran juga menuntut:
- Pencabutan sanksi ekonomi AS
- Pembebasan dana Iran yang dibekukan
- Penghentian blokade maritim
- Reparasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel
Namun, proposal tersebut dinilai tidak jauh berbeda dari tawaran sebelumnya yang telah ditolak Trump.
Pakistan Jadi Jalur Komunikasi Tidak Langsung
Sumber diplomatik menyebut Pakistan berperan sebagai mediator dengan menyampaikan pesan antara Washington dan Teheran. Islamabad disebut menjadi salah satu kanal utama komunikasi tidak langsung setelah perundingan formal terhenti.
Meski kontak diplomatik masih berlangsung, kedua pihak dinilai terus mengubah posisi tawar sehingga memperkecil peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu singkat.
Trump Tetap Prioritaskan Pencegahan Program Nuklir Iran
Trump menegaskan bahwa tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Ia menyatakan bersedia menerima kesepakatan apa pun selama dapat menjamin penghentian program nuklir Iran.
“Jika kita bisa mencapai kesepakatan tanpa harus membom mereka, saya akan sangat senang,” kata Trump.
Sanksi Baru terhadap Iran
Selain ancaman militer, Trump juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap sejumlah perusahaan penukaran mata uang dan entitas yang diduga menjadi perantara transaksi keuangan bagi bank-bank Iran.
Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tetap menjadi instrumen utama AS untuk memaksa Iran menerima tuntutan Washington.

