IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Xi Jinping Sebut Ekonomi China Kuat, Optimis Capai Target 2026

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ edition.cnn.com
SHARE

[Medan | 1 Oktober 2026] Presiden China Xi Jinping menilai perekonomian negaranya tetap tangguh di tengah berbagai tekanan. Xi juga menyerukan agar pemerintah terus berupaya mencapai target ekonomi 2026 sekaligus memastikan pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 dapat dimulai dengan baik.

“Perekonomian negara kita terus berkembang meskipun menghadapi tekanan,” kata Xi dalam resepsi untuk memperingati 77 tahun berdirinya Republik Rakyat China, Rabu (30/9). Pernyataan tersebut menjadi pidato besar pertama Xi setelah pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam kesempatan itu, Xi menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan ekonomi.

“Kita harus tetap berpegang pada prinsip umum untuk mendorong kemajuan dengan tetap menjaga stabilitas, serta menerapkan filosofi pembangunan baru secara menyeluruh dan konsisten.”

China Siapkan Stimulus untuk Pulihkan Ekonomi

Pernyataan Xi disampaikan ketika pemerintah China tengah berupaya mengembalikan momentum pertumbuhan ekonomi yang mulai melemah. Pada pekan ini, pemerintah meluncurkan sejumlah kebijakan untuk mendukung perekonomian, termasuk paket stimulus terbesar sejak 2024.

China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5%-5% pada 2026. Namun, pertumbuhan pada kuartal sebelumnya telah berada di bawah kisaran target tersebut, sehingga pemerintah meningkatkan dukungan kebijakan untuk menjaga aktivitas ekonomi.

Sejumlah langkah yang diumumkan mencakup pemberian subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) serta perluasan fasilitas pinjaman dari bank sentral untuk sektor infrastruktur, teknologi, dan sejumlah sektor prioritas lainnya. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target pertumbuhan tahun ini.

Xi dan Trump Perpanjang Gencatan Tarif

Pernyataan Xi juga disampaikan setelah pertemuan puncak dengan Trump di Washington. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin kembali menegaskan kerangka kerja untuk mengelola persaingan antara China dan AS sebagai dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan tarif perdagangan hingga Januari. Selain itu, tarif terhadap barang senilai US$60 miliar yang tidak tergolong sensitif akan dipangkas. China dan AS juga sepakat membentuk mekanisme komunikasi untuk membahas berbagai risiko yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara mengelola hubungan perdagangan dan ekonomi setelah ketegangan tarif sebelumnya menekan prospek perdagangan bilateral.

Xi Kembali Soroti Isu Taiwan

Dalam pidatonya pada Rabu, Xi juga menyerukan peningkatan pertukaran dan kerja sama lintas Selat Taiwan. Pada saat yang sama, dia menyerukan tindakan terhadap kelompok yang mendukung “kemerdekaan Taiwan”, menurut laporan kantor berita resmi Xinhua. Xi juga kembali menegaskan kebijakan luar negeri China yang mengedepankan perdamaian.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agenda ekonomi domestik tetap berjalan bersamaan dengan prioritas China dalam hubungan luar negeri, termasuk hubungan dengan AS dan isu Taiwan.

 

 

You Might Also Like

Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Tembus 5.30%, Pertama Kalinya dalam 24 Tahun

Inflasi PCE AS di Bawah Perkiraan, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

Siap-siap! Ada Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang RI Hari Ini

Lelang Surat Utang Sepi, Permintaan Turun Hampir 30%

HSBC Proyeksi Rupiah Akan Ada di Kisaran Rp 18.000 Hingga Akhir 2026

TAGGED: ekonomi China, xi jinping
Aurelia October 1, 2026 October 1, 2026
Previous Article Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Tembus 5.30%, Pertama Kalinya dalam 24 Tahun
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?