IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

BMRI Siap Buyback Saham Rp 1,17 Triliun

By Aurelia 11 months ago Bisnis
Image source: AP/ finance.detik.com
SHARE

[Medan | 28 Oktober 2025] PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp 1,17 triliun atau sekitar 10% dari total modal disetor. Aksi korporasi ini akan dimanfaatkan untuk mendukung program kepemilikan saham karyawan (Employee Stock Ownership Program/ESOP).

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa rencana buyback telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan akan berlangsung paling lambat hingga 15 Maret 2026. Menurutnya, pelaksanaan buyback akan mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan dinamika pasar agar dilakukan secara optimal dan hati-hati.

Langkah buyback ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mempertegas keyakinan terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri. Selain itu, saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program ESOP sebagai bentuk apresiasi bagi pegawai serta untuk memperkuat komitmen jangka panjang terhadap kinerja perusahaan.

Ari menambahkan, kebijakan buyback sejalan dengan strategi pembagian dividen dan indikator keuangan utama perseroan. Untuk dividen interim, perseroan masih akan meninjau kondisi likuiditas, proyeksi pertumbuhan bisnis, dan kemampuan menghasilkan laba.

Kinerja Keuangan Kuartal III-2025

Bank Mandiri mencatat laba bersih sebesar Rp 37,7 triliun hingga akhir kuartal III-2025, turun 19,78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 47 triliun. Penurunan laba terjadi meski penyaluran kredit tumbuh 11% secara tahunan menjadi Rp 1.764,32 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang mencapai 7,7%.

Total aset konsolidasi Bank Mandiri naik 10,3% yoy menjadi Rp 2.563 triliun, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) gross bank only terjaga di level 1,03% dengan coverage ratio sebesar 271%.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pertumbuhan kredit banyak ditopang sektor padat karya, industri berorientasi ekspor, serta industri makanan dan minuman yang memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional.

 

You Might Also Like

Perkuat Bisnis Konten dan Iklan Digital, IRSX Gandeng iQIYI

Laba INET Naik 340% di Semester I-2026, Apa Pendorongnya?

Ada Rapat The Fed dan BoJ Pekan Ini, IHSG Bakal Kemana?

Ditawar Murah Haji Isam, Saham BYAN Ramai Dilepas Asing

Asing Diam-diam Borong Saham ANTM Rp 300 Miliar, Ada Apa?

TAGGED: Bank Mandiri, BMRI buyback, saham BMRI
Aurelia October 28, 2025 October 28, 2025
Previous Article INET Bakal Akuisisi 53,57% Saham Personel Alih Daya (PADA)
Next Article Trump Siapkan Lima Kandidat Pengganti Ketua The Fed Jerome Powell
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?