IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Ada Rencana Demo 27 Agustus, Apa Dampaknya ke IHSG?

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ tribunnews.com
SHARE

[Medan | 26 Agustus 2026] Rencana aksi unjuk rasa pada Kamis, 27 Agustus 2026, di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, mulai menjadi perhatian pelaku pasar. Aksi yang digagas Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dan diperkirakan melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa serta masyarakat sipil dari sejumlah organisasi. GERAM mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia dan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk pengawasan publik terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR.

Apa yang Dituntut dalam Demo 27 Agustus?

GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup isu politik, ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, demokrasi hingga pemberantasan korupsi. Beberapa tuntutan utama antara lain meminta pertanggungjawaban politik dan hukum terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menghentikan serta mengevaluasi program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis, serta melakukan perubahan terhadap kebijakan perpajakan yang dinilai membebani masyarakat.

Massa juga menuntut pendidikan dan kesehatan gratis serta berkualitas, penurunan harga kebutuhan pokok dan peningkatan upah buruh, penetapan bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur sebagai bencana nasional, serta perlindungan terhadap pekerja rumah tangga. Di bidang politik dan hukum, GERAM membawa tuntutan demiliterisasi dan penghentian pembangunan batalyon, penghentian kriminalisasi aktivis dan pembebasan tahanan politik, serta penyitaan aset hasil korupsi untuk dialokasikan bagi kepentingan publik.

GERAM juga meminta pimpinan DPR, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPR, hadir langsung untuk berdialog dengan massa. Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, kelompok tersebut menyatakan terbuka terhadap kemungkinan konsolidasi untuk menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. Dengan begitu, risiko utama dari aksi tersebut bukan semata jumlah massa, melainkan bagaimana pemerintah dan DPR merespons tuntutan serta apakah aksi berlangsung tertib atau justru berkembang menjadi konflik dan aksi lanjutan.

Dampak ke IHSG: Risiko Ada, tetapi Belum Menjadi Pemicu Utama

Untuk pasar saham, aksi demonstrasi tidak otomatis berarti IHSG akan jatuh. Pasar biasanya akan merespons lebih kuat apabila demonstrasi berubah menjadi gangguan keamanan, kerusuhan, kerusakan fasilitas publik, atau berkembang menjadi aksi berkepanjangan yang mengganggu aktivitas ekonomi.

Peneliti Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pelaku pasar cenderung tidak bereaksi berlebihan terhadap demonstrasi selama skalanya masih terbatas dan berlangsung tertib. Menurutnya, investor lebih memperhatikan stabilitas keamanan dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi serta kebijakan pemerintah dalam jangka panjang.

Kondisi IHSG sendiri sudah berada dalam area yang perlu diperhatikan. IHSG pada Senin (24/8) ditutup turun 0,37% ke level 6.501,66, sehingga sentimen domestik dapat menjadi tambahan tekanan apabila aksi 27 Agustus berkembang di luar ekspektasi.

Skenario pertama, aksi berlangsung tertib. Dampaknya terhadap IHSG kemungkinan terbatas. Pasar dapat mengalami volatilitas intraday, tetapi perhatian investor akan kembali beralih kepada faktor yang lebih besar seperti arus dana asing, kebijakan The Fed, rupiah, harga minyak, serta kondisi ekonomi domestik.

Skenario kedua, terjadi eskalasi. Jika aksi berubah menjadi bentrokan, kerusuhan atau meluas ke berbagai wilayah, investor dapat meningkatkan premi risiko terhadap aset Indonesia. Dalam kondisi tersebut, saham-saham yang sensitif terhadap sentimen domestik dan konsumsi berpotensi mengalami tekanan lebih besar.

Sebaliknya, saham dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan eksposur yang lebih defensif cenderung lebih mampu menahan volatilitas.

Rupiah: Lebih Sensitif terhadap Persepsi Risiko

Dampak terhadap rupiah juga bergantung pada skala dan durasi aksi. Rupiah saat ini relatif sensitif terhadap faktor eksternal. Karena itu, demonstrasi domestik akan menjadi faktor tambahan, bukan satu-satunya penentu arah mata uang.

Apabila aksi berlangsung damai, dampaknya terhadap rupiah kemungkinan kecil. Namun, apabila muncul persepsi bahwa stabilitas politik Indonesia mengalami penurunan, investor asing dapat mengurangi eksposur terhadap aset rupiah. Hal tersebut dapat meningkatkan permintaan dolar dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar.

Yang perlu diperhatikan adalah arus modal asing. Jika investor asing tetap masuk ke pasar saham maupun SBN, tekanan dari aksi domestik kemungkinan dapat diserap. Sebaliknya, apabila demonstrasi terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS, kenaikan yield Treasury, kenaikan harga minyak, dan keluarnya dana asing dari Indonesia, tekanan terhadap rupiah dapat menjadi lebih besar. Artinya, demo 27 Agustus sendiri belum cukup untuk menjadi alasan utama rupiah melemah tajam. Kombinasi antara risiko domestik dan sentimen global yang menentukan.

Obligasi: Dampaknya Bisa Lebih Terasa melalui Risk Premium

Untuk pasar obligasi, mekanismenya sedikit berbeda. Jika aksi berlangsung tertib, dampak terhadap SBN kemungkinan relatif terbatas. Namun, apabila muncul kekhawatiran mengenai stabilitas politik atau arah kebijakan fiskal, investor dapat meminta kompensasi lebih tinggi untuk memegang aset Indonesia.

Hal tersebut tercermin melalui kenaikan yield SBN. Ketika yield naik, harga obligasi turun. Karena itu, apabila aksi 27 Agustus memicu peningkatan persepsi risiko Indonesia, tekanan dapat muncul terlebih dahulu pada obligasi tenor panjang karena instrumen tersebut lebih sensitif terhadap perubahan ekspektasi inflasi, fiskal, dan risk premium.

Namun, investor juga perlu melihat konteks global. Saat ini yield Treasury AS masih berada pada level tinggi dan pasar sedang menunggu arah kebijakan The Fed. Artinya, apabila yield US Treasury kembali naik bersamaan dengan meningkatnya risiko politik domestik, tekanan terhadap SBN dapat menjadi lebih besar. Sebaliknya, apabila sentimen global membaik dan yield Treasury turun, pasar SBN masih memiliki ruang untuk bertahan meskipun terdapat volatilitas akibat aksi domestik.

Skenario Pasar 27 Agustus

Secara sederhana, terdapat tiga skenario yang perlu diperhatikan investor.

  • Skenario pertama: aksi berlangsung damai.

Ini merupakan skenario dasar. IHSG dan rupiah mungkin mengalami volatilitas jangka pendek, tetapi dampaknya tidak berlangsung lama. Pasar kemungkinan kembali fokus pada fundamental ekonomi, arus dana asing, The Fed, harga minyak dan kondisi fiskal Indonesia.

  • Skenario kedua: terjadi eskalasi terbatas.

Apabila terjadi bentrokan atau gangguan aktivitas ekonomi di sekitar Jakarta, risk premium Indonesia dapat meningkat. IHSG berpotensi tertekan, rupiah melemah dan yield SBN naik. Namun, apabila situasi cepat terkendali, dampaknya kemungkinan hanya sementara.

  • Skenario ketiga: aksi meluas dan berlanjut.

Ini merupakan risiko yang paling perlu diwaspadai. Apabila aksi berkembang menjadi demonstrasi besar di berbagai daerah atau muncul aksi lanjutan, investor dapat mulai mempertanyakan stabilitas politik dan keberlangsungan kebijakan pemerintah. Dalam kondisi tersebut, tekanan terhadap saham, rupiah dan SBN dapat berlangsung lebih lama.

Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Investor tidak perlu melakukan panic selling hanya karena adanya rencana demo 27 Agustus. Yang lebih penting adalah memantau kualitas dan skala aksi, bukan sekadar keberadaan demonstrasinya.

Untuk investor saham, sebaiknya mengurangi posisi spekulatif dan mengutamakan saham dengan fundamental kuat serta likuiditas tinggi. Hindari mengambil posisi besar hanya berdasarkan sentimen intraday.

Untuk investor obligasi, volatilitas dapat justru menjadi peluang untuk melakukan pembelian secara bertahap apabila yield SBN meningkat secara berlebihan sementara fundamental Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan.

Sementara itu, investor yang memiliki eksposur besar terhadap rupiah perlu memperhatikan pergerakan USD/IDR dan arus dana asing. Posisi kas atau aset likuid juga dapat dipertahankan untuk menghadapi peluang apabila terjadi koreksi.

Intinya, demo 27 Agustus lebih tepat dilihat sebagai risiko volatilitas jangka pendek, bukan otomatis sebagai awal krisis pasar. Selama aksi berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi gangguan politik yang lebih luas, dampaknya terhadap IHSG, rupiah dan SBN kemungkinan relatif terbatas.

Sebaliknya, yang harus diwaspadai adalah eskalasi. Jika demonstrasi memicu bentrokan, kerusakan fasilitas, aksi lanjutan dengan massa yang jauh lebih besar, atau mengganggu aktivitas ekonomi, pasar dapat mulai memasukkan premi risiko politik yang lebih tinggi ke dalam harga aset Indonesia. Pada akhirnya, arah pasar tetap akan ditentukan oleh kombinasi stabilitas domestik, arus modal asing, rupiah, yield Treasury AS, harga energi, kebijakan The Fed, serta fundamental ekonomi Indonesia.

 

You Might Also Like

Iran-Oman Bahas Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Turun di Bawah US$90

DPR Gelar Fit and Proper Test Calon Gubernur BI pada 26-27 Agustus 2026

Selat Hormuz Jadi Perhatian, Sanksi Ekonomi Baru AS Untuk Iran Segera Diumumkan

Siap-siap, Menanti Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Simposium

BI Imbau Bank Tak Pasarkan SRBI ke Nasabah Ritel dan Non-Bank

TAGGED: demo 27 Agustus, IHSG
Aurelia August 26, 2026 August 26, 2026
Previous Article Selat Hormuz Jadi Perhatian, Sanksi Ekonomi Baru AS Untuk Iran Segera Diumumkan
Next Article Setelah Kasus Blokir Rekening, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri (BMRI)?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?