IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

AS Lanjut Serang Iran dan Sebut Gencatan Senjata Berakhir, Harga Minyak Naik Lagi!

By Aurelia 7 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ npr.org
SHARE

[Medan | 9 Juni 2026] Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan pasca penutupan pasar (post-settlement) Rabu (8/7/2026) setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer baru terhadap Iran. Eskalasi konflik semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran telah berakhir.

Contents
Trump Nyatakan Gencatan Senjata BerakhirMiliter AS Lancarkan Serangan BaruIran Balas Serang Pangkalan ASPasar Khawatir Gangguan Pasokan MinyakDampak ke Pasar Keuangan

Harga minyak mentah Brent naik ke US$79,28 per barel pada perdagangan setelah penutupan, setelah sebelumnya ditutup melonjak lebih dari 5% di level US$78,02 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke US$74,76 per barel, dari posisi penutupan sebelumnya di US$73,52 per barel.

Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan sementara yang sebelumnya disepakati dengan Iran tidak lagi berlaku. Meski demikian, Trump menegaskan pemerintahannya masih berupaya menghindari perang berskala penuh.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum militer AS kembali melancarkan operasi terhadap sejumlah target di Iran.

Militer AS Lancarkan Serangan Baru

Komando Pusat Militer AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi telah memulai operasi militer baru dengan alasan menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Seorang pejabat AS kepada Reuters mengatakan operasi kali ini diperkirakan lebih besar dibandingkan serangan yang dilakukan sehari sebelumnya.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di Bandar Abbas, Pulau Abu Musa, Bushehr, dan sejumlah wilayah lainnya, menandakan meluasnya area operasi militer.

Iran Balas Serang Pangkalan AS

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh militer AS melalui operasi udara terhadap sasaran di wilayah Iran.

Konflik terbaru merupakan lanjutan dari ketegangan yang meningkat setelah Iran menyerang kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Sebagai respons, Washington juga mencabut pelonggaran sanksi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran ke pasar internasional.

Pasar Khawatir Gangguan Pasokan Minyak

Meningkatnya konflik kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global. Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia dikirim melalui Selat Hormuz, menjadikannya salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Otoritas maritim bahkan telah menaikkan tingkat ancaman keamanan di kawasan tersebut ke level “severe” setelah dua kapal tanker diserang pada Selasa.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak, mengingat setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi minyak dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah.

Dampak ke Pasar Keuangan

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global apabila konflik terus bereskalasi. Kondisi ini dapat memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama, terutama Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak berisiko menambah tekanan terhadap impor energi, memperlebar defisit neraca migas, serta meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Di pasar saham, sentimen ini berpotensi mendorong penguatan emiten energi dan komoditas, namun menjadi tekanan bagi sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, manufaktur, dan konsumsi.

 

You Might Also Like

Bahlil Sebut India Tertarik Masuk Industri Migas RI

Iran Balas AS, Serang Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

Risalah Terbaru: Pejabat The Fed Terpecah Soal Arah Suku Bunga

Rupiah Tembus Rp 18.000 Lagi, BI Bakal Kembali Naikkan Suku Bunga?

Danantara Resmi Merger 4 Asset Management

TAGGED: AS serang Iran, harga minyak
Aurelia July 9, 2026 July 9, 2026
Previous Article Danantara Resmi Merger 4 Asset Management
Next Article Rupiah Tembus Rp 18.000 Lagi, BI Bakal Kembali Naikkan Suku Bunga?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?