[Medan | 9 Juli 2026] Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa India berminat memperluas investasinya di sektor minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Minat tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama energi yang tengah dijajaki kedua negara.
Menurut Bahlil, pembahasan dengan pemerintah India mencakup rencana masuknya perusahaan-perusahaan migas asal India ke industri hulu migas Indonesia melalui kemitraan dengan PT Pertamina (Persero).
BUMN India Akan Bermitra dengan Pertamina
Bahlil menjelaskan perusahaan yang akan berinvestasi merupakan badan usaha milik negara (BUMN) India. Nantinya, investasi tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan Pertamina. Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan proyek maupun wilayah kerja (WK) migas yang akan menjadi fokus investasi tersebut.
Essar Group Juga Bidik Kilang Dumai
Sebelumnya, pemerintah juga mengungkapkan ketertarikan investor asal India lainnya, yakni Essar Group, untuk berinvestasi pada proyek pengembangan kilang minyak di Indonesia. Grup swasta tersebut dikabarkan tengah menjajaki peluang masuk ke proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Dumai di Provinsi Riau.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan penjajakan investasi tersebut difasilitasi langsung oleh Menteri ESDM melalui pertemuan antara Essar Group dan Pertamina.
Menurut Laode, pertemuan tersebut masih bersifat awal dan bertujuan mempertemukan kedua pihak untuk membahas potensi kerja sama secara business-to-business (B2B). Ia menegaskan pembahasan masih berada pada tahap penjajakan sehingga belum ada keputusan final mengenai investasi tersebut.
Pemerintah Perkuat Kapasitas Kilang Nasional
Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil menilai masuknya investor strategis dapat mempercepat pengembangan infrastruktur pengolahan migas sekaligus meningkatkan nilai tambah di sektor hilir energi.
Sebelumnya, setelah proyek RDMP Kilang Balikpapan rampung pada awal tahun ini, pemerintah mulai menyiapkan pengembangan proyek serupa di sejumlah wilayah lain, termasuk Kilang Dumai. Menurutnya, kolaborasi antara Pertamina dan investor asing diharapkan menciptakan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari peningkatan keuntungan perusahaan, penguatan ketahanan energi nasional, hingga terciptanya kerja sama investasi yang saling menguntungkan.
Dorong Investasi dan Ketahanan Energi
Masuknya investor India dinilai dapat memperkuat pembiayaan proyek-proyek strategis migas Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik. Apabila terealisasi, investasi tersebut berpotensi mempercepat modernisasi kilang nasional, meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar, mengurangi ketergantungan impor produk migas, serta mendukung target pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

