IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Cadangan Devisa RI Turun di Akhir Februari, Adakah Peluang Pemangkasan Suku Bunga?

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ rri.co.id
SHARE

[Medan | 10 Maret 2025] Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada Februari 2025 turun menjadi US$154,5 miliar, dibandingkan dengan posisi Januari 2025 yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$156,1 miliar. Penurunan ini sejalan dengan langkah BI dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, intervensi bank sentral ini merupakan respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi rupiah.

Meskipun mengalami penurunan, Denny menegaskan bahwa cadangan devisa saat ini masih memadai untuk menopang ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan. Posisi cadangan devisa akhir Februari 2025 tercatat setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Namun, dengan nilai tukar rupiah masih rentan terhadap tekanan eksternal dan domestik, penurunan cadangan devisa ini berpotensi membatasi ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan bulan ini. Terlebih lagi, memasuki musim pembagian dividen hingga April, permintaan terhadap dolar AS biasanya meningkat, yang dapat memberikan tekanan tambahan bagi rupiah.

Faktor lain yang memperburuk volatilitas rupiah adalah ketidakpastian kebijakan tarif impor AS. Perlu dicatat, ketika rupiah terdepresiasi 1,7% pada bulan lalu, indeks dolar AS justru melemah 0,7% ke level 107,61 dalam periode yang sama.

Meskipun peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat tampak kecil, ada potensi cadangan devisa kembali meningkat pada akhir Maret 2025. Hal ini sejalan dengan kebijakan mandatori penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) selama 12 bulan di dalam negeri, yang mulai berlaku bulan ini.

 

You Might Also Like

Lelang Surat Utang Sepi, Permintaan Turun Hampir 30%

HSBC Proyeksi Rupiah Akan Ada di Kisaran Rp 18.000 Hingga Akhir 2026

Pemerintah Siapkan Rp 17 T Untuk Bangun Ekosistem Peternakan

Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih, Harga Minyak Turun ke Bawah US$ 100

Apakah IHSG Bakal Turun ke Bawah Level 6.000?

TAGGED: Bank Indonesia, cadangan devisa, cadev, cadev RI, suku bunga BI
Aurelia March 10, 2025 March 10, 2025
Previous Article Melantai Hari Ini, Saham MINE dan KAQI Sanggup Sentuh ARA?
Next Article Perang Dagang Makin Panas, China Mau Terapkan Tarif ke Kanada
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?