[Medan | 12 Oktober 2026] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjajaki kerja sama investasi dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) Mesir untuk mengembangkan industri hilir kelapa sawit Indonesia. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian minyak sawit atau refinery di Mesir guna memperluas jangkauan produk turunan sawit Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
CEO BPI Danantara Rosan P. Roeslani mengatakan, kolaborasi tersebut akan mencakup investasi di sektor kelapa sawit, termasuk crude palm oil (CPO). Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
“Kalau dari sisi investasi, ya kita akan bekerja sama, Danantara Sovereign Wealth Fund dengan Sovereign Wealth Fund-nya mereka, dan juga nanti kita bekerja sama juga untuk di bidang palm oil, CPO,” ujar Rosan.
Mesir Siapkan Lahan untuk Fasilitas Pengolahan Sawit
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat penetrasi produk olahan sawit Indonesia di pasar Mesir dan wilayah sekitarnya. Mesir merupakan salah satu tujuan ekspor utama komoditas sawit Indonesia, dengan kebutuhan impor minyak sawit yang besar. Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemerintah Mesir disebut telah menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas refinery kelapa sawit. Keberadaan fasilitas pengolahan di negara tujuan diharapkan dapat mendukung rantai pasok dan meningkatkan efisiensi logistik bagi produk sawit Indonesia.
Rosan mengatakan, kedua pihak masih akan mengeksplorasi peluang yang tersedia, termasuk pengembangan kerja sama di bidang lain. Ia belum memerinci nilai investasi, jadwal pembangunan, maupun kapasitas fasilitas yang direncanakan. “Nanti kita akan melihat, karena sudah disediakan lahan di sana untuk membangun refinery palm oil, karena mereka kan juga mengimport palm oil banyak sekali dari Indonesia. Dan juga bersama nanti di bidang-bidang lainnya. Mungkin intinya itu dulu lah,” kata Rosan.
Bagian dari Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Mesir
Penjajakan investasi tersebut berlangsung di tengah upaya Indonesia dan Mesir memperkuat kemitraan strategis bilateral. Presiden Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi di Istana Merdeka pada Minggu (11/10/2026).
Kunjungan ini menjadi kelanjutan dari sejumlah agenda kunjungan Prabowo ke Mesir pada 18 Desember 2024, 12 April 2025, dan 13 Oktober 2025. Kedua negara membahas kerja sama di berbagai sektor yang menjadi prioritas bersama, termasuk perdagangan, investasi, sosial budaya, pendidikan, serta upaya mewujudkan perdamaian dunia.
Badan Komunikasi Pemerintah RI menyampaikan bahwa penguatan kemitraan tersebut diarahkan agar sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia, khususnya dalam memperluas hubungan perdagangan dan investasi bilateral.
Dampak ke Pasar: Peluang Hilirisasi dan Ekspor Sawit
Rencana pembangunan refinery di Mesir berpotensi membuka peluang bagi industri sawit Indonesia untuk memperluas pasar produk olahan, bukan hanya memasok CPO. Jika terealisasi, fasilitas tersebut juga dapat membantu mendekatkan proses pengolahan dengan pasar tujuan dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Bagi sektor saham, perkembangan ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten perkebunan dan pengolahan sawit yang dapat terlibat dalam rantai pasok. Namun, dampaknya masih bergantung pada realisasi kerja sama, nilai investasi, kapasitas fasilitas, serta kepastian pasokan dan permintaan.
Untuk pasar obligasi pemerintah (SUN), dampak langsungnya belum dapat disimpulkan. Pengaruh yang lebih luas baru berpotensi terlihat apabila kerja sama tersebut berkembang menjadi investasi nyata, meningkatkan aktivitas ekspor, dan memberikan kontribusi ekonomi yang terukur. Hingga saat ini, nilai investasi dan jadwal pelaksanaan proyek belum diumumkan.

