[Medan | 28 Agustus 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,81% ke level 6.521,75 pada perdagangan Kamis (27/8/2026), dari posisi sebelumnya 6.405,69, melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI). Penguatan terjadi setelah aksi demonstrasi di Gedung DPR RI berlangsung kondusif dan DPR menetapkan target pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.
Demo Berakhir Damai, IHSG Rebound
PT Phintraco Sekuritas menilai berakhirnya aksi demonstrasi tanpa eskalasi menjadi sentimen positif bagi pasar. Sebelumnya, investor cenderung menahan diri selama beberapa hari terakhir karena mengantisipasi risiko keamanan dan stabilitas politik dalam negeri. “Hal tersebut direspons positif oleh para pelaku pasar, setelah selama beberapa hari terakhir pasar cenderung tertekan mengantisipasi kondisi keamanan di dalam negeri,” jelas Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (27/8/2026).
Dari 963 saham yang diperdagangkan, sebanyak 578 saham menguat, 282 saham stagnan, dan 103 saham melemah. Meski demikian, penguatan IHSG belum serta-merta menunjukkan perubahan tren karena investor masih menunggu sejumlah katalis eksternal.
Investor Masih Wait and See Pidato Warsh
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang bergerak sideways pada perdagangan berikutnya. Pasar kini mengalihkan perhatian kepada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026).
Secara teknikal, IHSG telah ditutup di atas Moving Average 5 hari (MA5), sementara histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area positif. Namun, Stochastic RSI bergerak turun di area pivot. Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran 6.450-6.580.
Asing Masih Net Sell, Tapi Belum Exodus
Di tengah rebound IHSG, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mencatat asing membukukan net sell Rp201,1 miliar di pasar reguler dan Rp262,11 miliar di seluruh pasar. Secara keseluruhan, investor asing mencatat pembelian Rp3,69 triliun dan penjualan Rp3,95 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, pembelian mencapai Rp3,37 triliun dan penjualan Rp3,48 triliun.
Namun, Liza menilai angka tersebut belum menunjukkan adanya foreign exodus. “Tapi menurut kami angka ini belum mencerminkan foreign exodus. Nilainya masih relatif kecil dibanding besarnya koreksi indeks, sehingga sell-off kemarin lebih kelihatan sebagai kombinasi domestic risk-off, profit taking, dan antisipasi terhadap kemungkinan demo hari ini,” jelas Liza.
RUU Perampasan Aset Jadi Sentimen Positif
Dari sisi domestik, keputusan DPR menetapkan tenggat pengesahan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026 menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan ketidakpastian politik. Menurut Liza, keputusan tersebut turut mencegah aksi demonstrasi berkembang menjadi benturan atau kerusuhan. Bagi pasar, kepastian mengenai adanya proses legislasi dan ruang dialog menjadi lebih penting dibanding sekadar tuntutan yang disampaikan dalam aksi.
Namun, sentimen tersebut masih bersifat jangka pendek. Investor akan menunggu apakah komitmen DPR benar-benar diterjemahkan menjadi proses legislasi hingga pengesahan. “Yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa situasi tidak makin memburuk, ada ruang dialog, dan ada mekanisme exit yang bisa diterima kedua pihak. Tapi membeli waktu bukan berarti masalahnya selesai. Kredibilitas sesungguhnya baru diuji nanti ketika deadline 15 Desember tiba dan komitmen tadi harus berubah jadi eksekusi,” tutup Liza.
Outlook IHSG
Dengan demonstrasi yang berlangsung kondusif, risiko politik jangka pendek terhadap IHSG mulai mereda. Namun, investor belum bisa sepenuhnya mengabaikan risiko tersebut karena perkembangan RUU Perampasan Aset masih akan menjadi perhatian hingga Desember.
Untuk jangka pendek, fokus pasar kini bergeser ke pidato Warsh dan arah suku bunga The Fed. Jika Warsh memberikan sinyal hawkish, tekanan eksternal masih dapat membatasi penguatan IHSG. Sebaliknya, apabila pidatonya memberikan kepastian bahwa kebijakan moneter AS tidak akan semakin ketat, IHSG berpeluang mempertahankan rebound dan menguji area resistance 6.580.

