IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Hashim Sebut Rupiah Berpotensi ke Rp 22.000/US$, Ini Tanggapan Gubernur BI!

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ infobanknews.com
SHARE

[Medan | 30 Oktober 2026] Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menanggapi pernyataan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang memperingatkan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga Rp20.000–Rp22.000 per dolar AS apabila kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia menurun.

Destry menegaskan bahwa fokus utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, pergerakan mata uang tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen investor, tetapi juga kondisi fundamental ekonomi domestik dan dinamika pasar global. “Kalau kita lihat dari fundamental ekonomi sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif yang oke dibandingkan dengan peer group kita,” kata Destry di sela-sela agenda Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar valuta asing. Selain faktor domestik, sentimen global yang berada di luar kendali otoritas juga turut memengaruhi arah nilai tukar.

BI Tekankan Pentingnya Stabilitas Rupiah

Destry menilai perkembangan kebijakan moneter AS menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu diperhatikan. Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan, termasuk pergerakan rupiah. Meski demikian, BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar untuk mendukung iklim ekonomi yang kondusif.

“Fokus di kita itu adalah memang menjaga stabilitas. Jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga. Supaya tercipta iklim ekonomi yang kondusif, nantinya ekonomi di sektor riilnya bisa tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan,” pungkasnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa stabilitas rupiah menjadi salah satu prasyarat penting agar aktivitas ekonomi, investasi, dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik.

Hashim Peringatkan Risiko Arus Modal Asing Keluar

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Hashim meminta anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk tidak terlibat dalam praktik penggorengan saham dan mendorong penghentian aktivitas yang dinilai tidak sehat di pasar modal. Ia memperingatkan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik tersebut. Menurut Hashim, keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia dapat menekan nilai tukar rupiah lebih jauh.

Hashim memperkirakan rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp20.000–Rp21.000 per dolar AS apabila terjadi arus keluar investasi asing dari pasar saham. Ia bahkan menyebut kemungkinan nilai tukar mencapai Rp22.000 per dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah hingga level tersebut dapat meningkatkan beban pembayaran pinjaman luar negeri dan menimbulkan dampak serius bagi perekonomian nasional.

Apa Artinya bagi Investor?

Pernyataan Hashim merupakan peringatan mengenai risiko yang dapat muncul apabila kepercayaan investor asing terhadap pasar domestik menurun. Namun, proyeksi rupiah mencapai Rp20.000–Rp22.000 per dolar AS bukan kepastian bahwa nilai tukar akan bergerak ke level tersebut.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan investor:

  • Arus modal asing: Perhatikan pergerakan dana asing di pasar saham dan obligasi. Arus keluar yang berkelanjutan dapat menambah tekanan terhadap rupiah.
  • Kebijakan The Fed: Suku bunga AS dan imbal hasil US Treasury memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar serta keputusan investasi global.
  • Cadangan devisa dan intervensi BI: Kemampuan BI menjaga stabilitas pasar valuta asing menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan eksternal.
  • Fundamental ekonomi domestik: Inflasi, pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal, dan neraca eksternal turut menentukan ketahanan rupiah.

Bagi investor obligasi, pelemahan rupiah perlu dicermati karena dapat memengaruhi persepsi risiko Indonesia dan mendorong kenaikan premi risiko pada SBN. Sementara bagi investor saham, stabilitas nilai tukar penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi ketidakpastian terhadap biaya impor serta kewajiban utang dalam valuta asing.

Intinya, perbedaan antara pernyataan Hashim dan respons BI terletak pada sudut pandangnya. Hashim menyoroti risiko apabila kepercayaan investor asing merosot, sedangkan BI menekankan kondisi fundamental ekonomi dan komitmen menjaga stabilitas rupiah. Investor perlu memantau data arus modal, pergerakan dolar AS, dan respons BI, bukan hanya berpatokan pada satu proyeksi nilai tukar.

 

You Might Also Like

Inflasi PCE AS Naik dan PDB Kuat, The Fed Bakalan Higher for Longer?

Gubernur ECB Lagarde Bakal Mundur 7 Februari 2027, Ada Apa?

Bursa Global Kompak Anjlok, Ada Apa?

BOJ Tahan Suku Bunga di Level 1,25%, Beri Sinyal Kenaikan di Desember

The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, Apa Artinya Buat IHSG?

Aurelia October 30, 2026 October 30, 2026
Previous Article Bursa Global Kompak Anjlok, Ada Apa?
Next Article Gubernur ECB Lagarde Bakal Mundur 7 Februari 2027, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?