[Medan | 1 Oktober 2026] Data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan pada Agustus 2026. Perlambatan tersebut tercermin dari indeks harga personal consumption expenditures (PCE) inti yang naik 0,2% secara bulanan, sehingga berpotensi mengurangi tekanan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober.
PCE Inti Naik 0,2% pada Agustus
Berdasarkan data Bureau of Economic Analysis (BEA) yang dilansir Investing, PCE inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi meningkat 0,2% secara bulanan pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli, tetapi masih berada di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,3%.
Secara tahunan, PCE inti tumbuh 3%, sama dengan pertumbuhan pada Juli dan juga lebih rendah dari perkiraan pasar. Sementara itu, PCE secara keseluruhan meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, yang juga berada di bawah ekspektasi. PCE menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter. Bank sentral AS menargetkan inflasi sebesar 2% secara tahunan.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Oktober Mereda
Data inflasi tersebut muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga pada September untuk merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Sejak keputusan tersebut, perhatian pasar tertuju pada kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lanjutan pada akhir 2026.
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, sebelumnya mengatakan bahwa The Fed kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga satu kali lagi tahun ini. Namun, Williams juga menilai belum ada urgensi bagi bank sentral untuk segera menaikkan suku bunga pada Oktober karena masih tersedia waktu untuk mencermati perkembangan data ekonomi. Pernyataan tersebut turut meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober.
FOMC Berikutnya Digelar Akhir Oktober
Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Oktober 2026. Setelah itu, The Fed akan kembali menggelar pertemuan pada 8-9 Desember 2026. Dengan demikian, perkembangan inflasi dan data ekonomi lainnya akan menjadi perhatian dalam menentukan arah kebijakan moneter pada dua pertemuan terakhir The Fed tahun ini.
Ekonomi AS Tumbuh Lebih Cepat
Di sisi lain, data terbaru menunjukkan perekonomian AS tumbuh lebih kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya. BEA merevisi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal II-2026 menjadi 2,2% secara tahunan, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 1,5%.
Penguatan tersebut juga terlihat dari konsumsi masyarakat yang menjadi salah satu motor utama perekonomian AS. Belanja konsumen meningkat 0,9% pada Agustus, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli setelah dilakukan revisi. Perkembangan ini menunjukkan aktivitas ekonomi AS masih relatif kuat meskipun tekanan inflasi dan tingkat suku bunga tetap tinggi.

