IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Nego Tarif, Indonesia Tawarkan Tarif Impor Hampir 0% untuk Produk AS

By Aurelia 1 year ago Ekonomi
Image source: AP/ ekonomi.republika.co.id
SHARE

[Medan | 7 Juli 2025] Dalam rangka menghindari penerapan tarif tinggi sebesar 32% dari AS, Indonesia menawarkan serangkaian konsesi strategis dalam pembicaraan dagang tengah pekan ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia bersedia menurunkan tarif impor atas sejumlah komoditas utama dari Amerika Serikat menjadi hampir nol, termasuk produk pertanian. Sebagai imbalannya, Jakarta menginginkan tarif ekspor Indonesia ke AS, seperti sektor elektronik, tekstil, dan alas kaki, dapat dikurangi secara signifikan.

Sebagai bagian dari paket komprehensif, pemerintah juga akan membeli gandum AS senilai sekitar US$500 juta, yang akan dipasok oleh anggota asosiasi penggilingan tepung seperti Indofood melalui mekanisme tender kompetitif.

Gabungan hal ini merupakan bagian dari kesepakatan MOU senilai US$34 miliar yang dijadwalkan ditandatangani seminggu setelah negosiasi, dan juga mencakup pembelian hingga 75 unit pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia sebagai bagian dari paket penguatan hubungan bilateral.

Lebih lanjut, sebagai tanda “first mover” dalam negosiasi tarif, pemerintah menyepakati peluang investasi Amerika dalam sektor sumber daya kritis seperti tembaga, nikel, dan bauksit di Indonesia, sekaligus berjanji untuk meningkatkan impor energi dan hasil pertanian dari AS guna menyeimbangkan neraca perdagangan yang saat ini masih mencatat surplus sekitar US$17,9 miliar pada 2024.

Strategi penurunan tarif secara proaktif dan kesepakatan pembelian besar ini diharapkan memberi sinyal kepada Washington untuk menurunkan hambatan tarif unilateral. Namun, keputusan akhir terkait besaran tarif tetap berada di tangan Presiden Trump dan partainya, dengan tenggat negosiasi tarif yang ditetapkan pada 9 Juli mendatang.

You Might Also Like

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel

Menkeu AS Sarankan Jepang Naikkan Suku Bunga

Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

TAGGED: Negosiasi tarif Indonesia-AS, negosiasi tarif Trump
Aurelia July 8, 2025 July 7, 2025
Previous Article Thailand Usulkan Konsesi Dagang Baru untuk Hindari Tarif 36% AS
Next Article CDIA Siap Melantai, Saham Prajogo Pangestu Kompak Menguat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?