IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Negosiasi AS-Iran Kembali Disorot, Harga Minyak Naik Tembus US$ 108 per Barel

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ cbc.ca
SHARE

[Medan | 28 April 2026] Harga minyak dunia kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/4/2026), didorong oleh kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat risiko gangguan pasokan tetap tinggi.

 

Harga Minyak Lanjut Reli, Sentuh Level Tertinggi April

Minyak Brent kontrak Juni naik 0,4% ke US$108,68 per barel, memperpanjang kenaikan selama tujuh hari berturut-turut dan menjadi level tertinggi sejak awal April. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,6% ke US$96,96 per barel.

Diplomasi Buntu, Proposal Iran Ditolak AS

Ketegangan meningkat setelah Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran. Tawaran tersebut dinilai belum mencakup isu krusial seperti program nuklir dan keamanan jalur pelayaran, sehingga memperpanjang kebuntuan negosiasi.

Selat Hormuz Masih Terganggu, Pasokan Global Tertekan

Gangguan distribusi tetap terjadi di Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan energi global. Pembatasan dari Iran dan blokade AS membuat arus kapal menurun drastis, bahkan memaksa sejumlah tanker berbalik arah.

Pasar Fokus ke Supply, Bukan Pernyataan Politik

Pelaku pasar kini lebih memperhatikan aliran fisik minyak dibandingkan pernyataan politik. Selama distribusi belum pulih, harga minyak diperkirakan tetap bertahan tinggi. Bahkan jika tercapai kesepakatan, normalisasi pasokan berpotensi memakan waktu berbulan-bulan.

Dampak ke Market: Inflasi Naik, Sentimen Risk-Off

Lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel berpotensi memperkuat tekanan inflasi global dan menahan ruang penurunan suku bunga. Bagi emerging markets seperti Indonesia, kondisi ini negatif karena meningkatkan risiko imported inflation, menekan rupiah, serta memicu capital outflow. Namun di sisi lain, sektor energi dan komoditas cenderung diuntungkan di tengah kondisi ini.

 

You Might Also Like

Harga Plastik Naik, Pemerintah Siapkan Insentif

Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini 6 Pejabatan Baru dan Jabatannya

Trump Disebut Tak Senang dengan Proposal Perdamaian Iran

Iran Kirim Proposal Perdamaian Baru ke AS Lewat Pakistan

Ini Daftar Saham yang Masuk dan Keluar IDX30, LQ45 dan IDX80 Mei 2026!

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia, negosiasi Iran-AS
Aurelia Tanu April 28, 2026 April 28, 2026
Previous Article Ini Daftar Saham yang Masuk dan Keluar IDX30, LQ45 dan IDX80 Mei 2026!
Next Article Iran Kirim Proposal Perdamaian Baru ke AS Lewat Pakistan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?