IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Pasar Obligasi Tertekan Aksi Jual, Yield Naik

By Aurelia 1 day ago Ekonomi
Image source: AP/ idxchannel.com
SHARE

[Medan | 26 Oktober 2026] Pasar surat utang domestik menghadapi tekanan jual pada perdagangan Senin (26/10/2026), tercermin dari kenaikan imbal hasil atau yield di hampir seluruh tenor Surat Berharga Negara (SBN). Pelemahan rupiah dan kenaikan yield obligasi global turut membayangi pergerakan pasar.

Mengacu pada data Bloomberg per pukul 10.10 WIB, yield SBN tenor 1 tahun naik 1,6 basis poin (bps) menjadi 6,79%. Tenor 2 tahun meningkat 2,2 bps ke 6,92%, sedangkan tenor 3 tahun naik 2 bps menjadi 7,09%. Tekanan juga terjadi pada tenor menengah dan panjang. Yield tenor 5 tahun naik 1,6 bps menjadi 7,30%, sementara tenor 7 tahun meningkat 1,2 bps ke 7,42%. Adapun yield SBN acuan tenor 10 tahun naik tipis 0,3 bps menjadi 7,45%.

Kenaikan yield tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan rupiah sebesar 0,28% ke Rp18.105 per dolar AS. Kondisi ini menambah tekanan terhadap aset keuangan domestik di tengah meningkatnya yield di sejumlah pasar obligasi global.

Yield Global Naik, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Di pasar global, yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat berada di level 4,96%, naik 0,9 bps. Kenaikan juga terjadi pada tenor 2 tahun sebesar 2,1 bps menjadi 4,66% dan tenor 5 tahun sebesar 1,2 bps ke 4,78%.

Pergerakan serupa terlihat di sejumlah pasar obligasi negara lain. Yield obligasi pemerintah Jepang naik 1 bps menjadi 2,79%, sedangkan Inggris meningkat 3,1 bps menjadi 5,35%. Yield obligasi Korea Selatan berada di sekitar 4,10%, sementara China tercatat 1,62%.

Kenaikan yield global menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi daya tarik relatif obligasi negara berkembang. Ketika imbal hasil aset berdenominasi dolar AS meningkat, investor dapat menyesuaikan alokasi portofolio berdasarkan perbandingan imbal hasil dan risiko.

Pasar juga mencermati agenda ekonomi Amerika Serikat pekan ini, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve melalui Federal Open Market Committee (FOMC) serta rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) September. PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed.

Yield INDON Justru Turun di Tengah Tekanan Global

Berbeda dengan SBN rupiah dan mayoritas obligasi global, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS atau INDON justru mengalami penurunan. Berdasarkan data Bloomberg, yield INDON tenor 2 tahun turun 0,5 bps menjadi 5,13%. Tenor 3 tahun turun 0,8 bps ke 5,19%, sementara tenor 5 tahun merosot 1,1 bps menjadi 5,66%. Penurunan terdalam terjadi pada tenor 7 tahun, yakni sebesar 2,9 bps menjadi 5,92%.

Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi menilai, aksi beli INDON didorong oleh sentimen flight to safety, yaitu perpindahan dana investor menuju aset yang dianggap lebih aman ketika risiko meningkat.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kekhawatiran terhadap risiko kredit pada sebagian perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran mengenai kualitas kredit korporasi teknologi mendorong sebagian investor mengurangi eksposur terhadap obligasi korporasi dan beralih ke US Treasury. Meski demikian, Lionel menilai keberlanjutan sentimen tersebut berpotensi menghadapi tantangan pekan ini, seiring dengan agenda FOMC dan rilis data PCE AS.

Harga Minyak Jadi Risiko Tambahan bagi Obligasi

Menjelang kedua agenda tersebut, kenaikan harga minyak mentah Brent ke kisaran US$115 per barel turut mendorong perhatian investor terhadap risiko inflasi. Harga energi yang bertahan tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, sehingga berpotensi memperlambat penurunan inflasi.

Jika tekanan inflasi kembali menguat, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat menjadi lebih terbatas. Ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi berpotensi mendorong yield US Treasury naik dan meningkatkan tekanan terhadap obligasi negara berkembang.

Lionel menilai, apabila harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lebih lama, momentum pembelian INDON berpotensi tidak berlangsung lama. Kenaikan yield US Treasury dapat memicu penyesuaian portofolio investor global dan merambat ke pasar surat utang negara berkembang.

Bagi pasar obligasi Indonesia, perkembangan tersebut membuat arah yield tidak hanya ditentukan oleh kondisi domestik, tetapi juga oleh pergerakan rupiah, harga energi, dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Investor perlu mencermati apakah kenaikan yield SBN berlanjut serta apakah permintaan terhadap INDON mampu bertahan di tengah volatilitas global.

 

 

You Might Also Like

IPO Anthropic Bangkitkan Saham Teknologi, Bursa Asia Siap Menguat?

DPR Kejar RUU Perampasan Aset Tuntas 15 Desember 2026

Ada Lelang SUN Hari Ini, Pemerintah Target Raup Rp 30 Triliun

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Ada Unsur Politik?

BEI Pastikan FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia di Emerging Market

Aurelia October 26, 2026 October 26, 2026
Previous Article BEI Pastikan FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia di Emerging Market
Next Article Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Ada Unsur Politik?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?