[Medan | 25 Juni 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Rabu (24/6/2026) dengan turun 3,36% ke level 5.896, sekaligus membuat indeks kembali turun dari level psikologis 6.000. Di hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto hadir di puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Kabupaten Gorontalo. Di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi, Prabowo menyampaikan sejumlah pernyataan penting.
Apa yang Disampaikan Prabowo di Pidato Gorontalo?
- Petani dan nelayan tulang punggung republik
Prabowo menyebut sejak Indonesia merdeka, petani dan nelayanlah yang memberi makan para pejuang sehingga kemerdekaan bisa dipertahankan, padahal belum ada anggaran negara, belum ada gaji. Ia menegaskan bahwa setiap prajurit dan jenderal TNI harus selalu mengingat peran besar petani dan nelayan Indonesia.
- Indonesia bisa jadi lumbung padi dunia
Prabowo menyatakan produksi beras dan jagung Indonesia saat ini mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah berdirinya negara. Ia meninjau langsung teknologi budidaya padi modern PM-AAS dan menyatakan ingin teknologi itu disosialisasikan ke seluruh daerah, dengan target setiap desa, kecamatan, hingga kabupaten bisa swasembada bahkan surplus untuk ekspor. Prabowo optimistis Indonesia mampu mempertahankan swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun, tapi untuk seterusnya.
- Swasembada BBM, B50 launching Juli 2026
Prabowo mengumumkan biodiesel B50 akan diluncurkan pada bulan Juli 2026. Solar akan diolah dari kelapa sawit 50 persen, sehingga Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar dari luar negeri. Ia menargetkan Indonesia sepenuhnya mandiri di sektor BBM dalam tiga hingga empat tahun ke depan dan menyebut implementasi B50 akan menghemat devisa negara secara signifikan. Program ini merupakan peningkatan dari B40 yang sudah berjalan, dengan proyeksi penghematan devisa mencapai Rp 157,28 triliun sepanjang 2026.
- Australia telepon minta pupuk dari Indonesia
Prabowo bercerita bahwa ia pernah ditelepon langsung oleh Perdana Menteri Australia yang berterima kasih dan meminta Indonesia menjual pupuk karena mengetahui Indonesia mengalami surplus. Prabowo pun langsung mengizinkan. Ia menambahkan banyak negara kini meminta beras dan jagung dari Indonesia, dengan syarat harga harus tetap menguntungkan petani.
- Hanya di Indonesia polisi urus pertanian, tentara ada di sawah
Prabowo mengungkap keterlibatan aktif TNI dan Polri dalam pendampingan sektor pangan, dan menyebut kondisi ini tidak lazim ditemukan di negara lain. Strategi ini bagian dari mobilisasi seluruh aparatur negara untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
- Heran ada yang tolak MBG
Prabowo membantah keras bahwa ada hal yang lebih genting dari perut lapar, dan menantang mereka yang tidak setuju MBG untuk datang langsung bertanya kepada petani dan nelayan. Ia juga mengutip peringatan FAO bahwa kelaparan global diperkirakan melonjak dari 300 juta menjadi 500 hingga 700 juta orang.
- “Saya tahu siapa yang bayar demo”
Prabowo secara tegas menyatakan mengetahui siapa pihak yang membiayai aksi demonstrasi, dan memperingatkan bahwa ada kelompok yang tidak ingin Indonesia bangkit. Ia mengibaratkan Indonesia seperti tim sepak bola yang harus saling mendukung, bukan dijatuhkan dari dalam di tengah persaingan global yang ketat.
Apa Penyebab IHSG Turun?
Penting untuk diluruskan, pidato Prabowo di Gorontalo hari ini tidak mengandung kebijakan baru yang mengejutkan pasar. Isinya soal ketahanan pangan, swasembada energi, dan semangat kebangsaan. Penurunan IHSG 3,36% hari Rabu kemarin dipicu oleh tiga faktor yang saling menumpuk.
- MSCI Beri Peringatan untuk Indonesia
Sentimen terbesar datang dari hasil evaluasi MSCI yang memang mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market. Namun pasar tidak hanya melihat status tersebut, melainkan juga membaca catatan yang menyertainya.
MSCI menyoroti sejumlah persoalan mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas free float, hingga dugaan perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar.
Yang paling menjadi perhatian investor adalah pernyataan MSCI bahwa mereka akan kembali mengevaluasi perkembangan reformasi pasar modal Indonesia hingga November 2026. Apabila perbaikan yang dilakukan dinilai belum memadai, MSCI membuka ruang untuk mempertimbangkan berbagai opsi perlakuan terhadap pasar Indonesia, termasuk kemungkinan konsultasi terkait status klasifikasi pasar.
Bagi investor asing, peringatan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Indonesia masih berada dalam periode pengawasan yang ketat. Akibatnya, sentimen positif karena berhasil mempertahankan status Emerging Market tidak mampu bertahan lama.
- Kekhawatiran Pabrik Jepang Pindah ke Vietnam
Sentimen sesi kedua semakin memburuk setelah laporan bahwa produsen mobil besar Jepang mungkin akan memindahkan produksi dari Indonesia ke Vietnam, menimbulkan kekhawatiran tentang investasi asing, lapangan kerja, dan prospek manufaktur nasional. Ini bukan isu baru, tapi muncul kembali di momen yang buruk, persis saat pasar sudah dalam mode risk-off.
- Rupiah Mendekati Rp18.000 + Fed Hawkish
Di sisi eksternal, rupiah kembali bergerak mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang domestik terjadi seiring menguatnya dolar AS setelah Federal Reserve mengadopsi nada kebijakan yang lebih hawkish.
Pasar kini semakin yakin bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama (higher for longer), sehingga mendorong investor global kembali menempatkan dana pada aset berdenominasi dolar AS. Kondisi ini membuat arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi lebih rentan dan meningkatkan tekanan terhadap pasar saham maupun pasar obligasi domestik.
Fokus Berikutnya: Data PCE AS
Pelaku pasar akan mencermati data inflasi PCE Amerika Serikat yang merupakan indikator inflasi acuan utama The Fed, sebagai petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Dua skenario yang perlu diwaspadai: jika PCE lebih tinggi dari ekspektasi, dolar makin kuat dan rupiah berpotensi tembus Rp18.000, tekanan ke IHSG berlanjut. Sebaliknya jika PCE sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, tekanan dolar bisa mereda dan memberi ruang sedikit untuk rupiah dan IHSG untuk stabilisasi.
BI telah menaikkan BI Rate sebesar total 100 basis poin sejak Mei 2026, dengan kenaikan terakhir 25 bps membawa BI Rate ke level 5,75%, sebagai langkah menjaga daya tarik aset rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor. Namun selama sinyal Fed masih hawkish dan MSCI memberikan warning downgrade hingga November, ruang pemulihan IHSG dalam jangka pendek tetap terbatas.

