[Medan | 13 Juli 2026] Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai selama ini menjadi salah satu sumber praktik korupsi. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan konsolidasi aset BUMN melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi ke-79, Minggu (12/7/2026), Prabowo menyatakan banyak BUMN selama ini tidak dikelola secara efisien dan menjadi tempat terjadinya berbagai penyimpangan. “BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” ujar Prabowo.
Danantara Kelola Aset Lebih dari US$1 Triliun
Prabowo menjelaskan pemerintah telah menghimpun sekitar 1.040 perusahaan BUMN ke dalam pengelolaan Danantara. Nilai aset yang dikelola diperkirakan mencapai sekitar US$1 triliun sehingga menjadikan Danantara sebagai salah satu sovereign wealth fund (SWF) terbesar di dunia.
Menurutnya, konsolidasi tersebut diperlukan karena selama ini struktur BUMN dinilai terlalu kompleks dengan banyak anak perusahaan hingga cucu perusahaan yang menyulitkan pengawasan.
Pemerintah Targetkan Tutup 800 BUMN
Selain melakukan konsolidasi, pemerintah juga akan menutup ratusan BUMN yang dinilai tidak efisien maupun terus mengalami kerugian. Prabowo mengungkapkan hingga akhir Juli 2026 sekitar 240 BUMN ditargetkan telah dihentikan operasinya. Jumlah tersebut akan terus bertambah sehingga pada akhir Desember 2026 diperkirakan sekitar 800 BUMN tidak lagi beroperasi.
Menurutnya, langkah tersebut diambil karena banyak perusahaan pelat merah selama bertahun-tahun terus mencatatkan kerugian tanpa memberikan manfaat yang sepadan bagi negara. “Kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun. Yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup,” kata Prabowo.
Peringatkan Eks Petinggi BUMN
Prabowo juga memperingatkan para mantan pimpinan BUMN yang terbukti melakukan penyimpangan agar bersiap menghadapi proses hukum. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, ia menegaskan aparat penegak hukum akan menindak pihak-pihak yang menyalahgunakan pengelolaan perusahaan negara. Menurutnya, pembentukan Danantara sekaligus menjadi upaya memperbaiki tata kelola lebih dari seribu perusahaan BUMN yang selama ini dinilai terlalu tersebar dan sulit diawasi.
Industri Strategis Tetap Diperkuat
Meski melakukan penutupan terhadap BUMN yang tidak produktif, Prabowo memastikan pemerintah tetap akan memperkuat perusahaan-perusahaan strategis nasional, khususnya di sektor pertahanan. Ia menyebut PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia akan terus dikembangkan karena memiliki prospek besar, termasuk melalui peningkatan ekspor produk pertahanan.
Prabowo mengungkapkan PT Pindad telah memperoleh kontrak pengadaan senjata dari Arab Saudi, sementara PT PAL dinilai telah mampu memproduksi kapal perang hingga kapal selam yang memiliki daya saing internasional. Menurutnya, pembenahan BUMN tidak bertujuan mengecilkan peran negara dalam perekonomian, melainkan memastikan perusahaan negara dikelola secara profesional, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta keuangan negara.

