[Medan | 13 Juli 2026] Presiden Prabowo Subianto mewajibkan seluruh barang bersubsidi pemerintah disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan subsidi diterima masyarakat yang berhak sekaligus menekan praktik penyimpangan dalam rantai distribusi.
Prabowo menegaskan berbagai komoditas bersubsidi, seperti pupuk bersubsidi dan LPG 3 kilogram, nantinya akan disalurkan melalui koperasi desa. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena selama ini masih banyak subsidi yang tidak sampai kepada penerima manfaat, bahkan diselewengkan hingga diselundupkan ke luar negeri.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan,” ujar Prabowo saat Peringatan Hari Koperasi, Minggu (12/7/2026).
Koperasi Jadi Pusat Ekonomi Desa
Pemerintah juga akan mengembangkan KDMP sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi. Selain berfungsi sebagai koperasi, setiap unit akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang logistik, hingga fasilitas cold storage.
Prabowo menilai model tersebut akan memangkas rantai distribusi sehingga barang bersubsidi dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan tanpa melalui terlalu banyak perantara.
Selain itu, pemerintah juga berencana membentuk koperasi nelayan. Melalui koperasi tersebut, nelayan akan memperoleh akses terhadap kapal penangkap ikan, gudang pendingin, dan pabrik es melalui skema pembiayaan yang dibayar secara bertahap menggunakan hasil usaha, bukan melalui mekanisme hibah.
Puluhan Ribu Koperasi Sudah Terbentuk
Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan sebanyak 83.000 badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah resmi terbentuk.
Dari jumlah tersebut:
15.845 koperasi telah selesai dibangun sepenuhnya, termasuk gudang, gerai, dan fasilitas pendukung.
19.539 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
Total sekitar 35.000 koperasi telah selesai maupun sedang dibangun.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik beserta pelatihan manajer koperasi selesai pada pekan pertama Agustus 2026. Setelah itu, para manajer akan ditempatkan di seluruh koperasi yang telah siap beroperasi.
Koperasi Didorong Masuk Berbagai Sektor
Selain memperkuat distribusi barang subsidi, pemerintah juga memperluas ruang usaha koperasi ke berbagai sektor strategis.
Menurut Ferry, koperasi kini telah diberikan kesempatan untuk mengelola sumur minyak rakyat (idle well), tambang mineral, hingga industri pengolahan minyak sawit mentah (CPO). Pemerintah bahkan berencana meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pada Agustus mendatang.
Di sektor energi, koperasi juga mulai dilibatkan dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 0,5–1 megawatt di Kepulauan Riau.
Pemerintah berharap perluasan peran koperasi tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadikan koperasi sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

