IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Waspada! Banyak Rilis Data dari China dan AS Pekan Ini

By Aurelia 2 months ago Ekonomi
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 13 Juli 2026] Pasar keuangan Indonesia mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, hingga pasar obligasi sama-sama menguat meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.

Namun, sentimen pasar diperkirakan akan kembali diuji pada pekan ini. Sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS), China, hingga Indonesia dijadwalkan dirilis dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter global serta pergerakan pasar keuangan.

Pasar Domestik Ditutup Menguat

IHSG ditutup naik 0,20% ke level 5.924,36 pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan juga terjadi pada rupiah yang terapresiasi 0,14% ke posisi Rp18.045 per dolar AS, didukung pelemahan indeks dolar AS.

Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun menjadi 7,221% dari sebelumnya 7,281%, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset pendapatan tetap.

Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp421,7 miliar pada perdagangan terakhir pekan lalu sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun mencapai sekitar Rp76,15 triliun.

Konflik Timur Tengah Masih Jadi Sentimen Utama

Perhatian pasar masih tertuju pada meningkatnya konflik antara AS dan Iran. Kedua negara kembali saling melancarkan serangan selama akhir pekan, sementara Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan kembali mendorong volatilitas harga minyak. Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu perkembangan negosiasi antara kedua negara untuk melihat apakah konflik akan kembali mereda atau justru semakin meluas.

Agenda Ekonomi Pekan Ini

Selain perkembangan geopolitik, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting berikut:

Selasa (14/7/2026)

China: Neraca Perdagangan Juni 2026

Amerika Serikat: Inflasi Konsumen (CPI) Juni 2026

Amerika Serikat: Kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres (hari pertama)

Rabu (15/7/2026)

China: Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II-2026

China: Produksi Industri Juni

China: Penjualan Ritel Juni

Indonesia: Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) Bank Indonesia

Amerika Serikat: Inflasi Produsen (PPI) Juni

Amerika Serikat: Kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres (hari kedua)

Kamis (16/7/2026)

Amerika Serikat: Penjualan Ritel Juni

Amerika Serikat: Klaim Pengangguran Awal Mingguan

Amerika Serikat: Indeks Manufaktur Philadelphia Fed

Jumat (17/7/2026)

Amerika Serikat: Building Permits

Amerika Serikat: Housing Starts

Amerika Serikat: Indeks Kepercayaan Konsumen Universitas Michigan (pendahuluan)

Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed

Dari seluruh agenda tersebut, perhatian terbesar diperkirakan tertuju pada data inflasi AS, kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh, serta data pertumbuhan ekonomi China.

Data-data tersebut akan menjadi acuan investor dalam menilai prospek suku bunga The Fed, kekuatan ekonomi global, hingga permintaan energi dunia. Di saat yang sama, perkembangan konflik di Timur Tengah juga akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga minyak, nilai tukar, pasar obligasi, maupun pasar saham sepanjang pekan ini.

 

 

 

You Might Also Like

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

Aksi Demonstrasi, Obligasi Indonesia Terkena Tekanan Jual

Jelang Pidato Warsh, Yield Obligasi AS Kembali Naik

Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Kemana Arah Suku Bunga?

DSI Siapkan Margin Fee Untuk Ekspor Batubara, Sawit dan Ferroalloy

TAGGED: data ekonomi, inflasi AS, pekan ini, rilis data pekan ini
Aurelia July 13, 2026 July 13, 2026
Previous Article Harga Minyak Naik 3% Setelah AS-Iran Saling Serang Lagi!
Next Article Prabowo Wajibkan Barang Subsidi Disalurkan Lewat Kopdes
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?