[Medan | 13 Juli 2026] Pasar keuangan Indonesia mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, hingga pasar obligasi sama-sama menguat meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Namun, sentimen pasar diperkirakan akan kembali diuji pada pekan ini. Sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS), China, hingga Indonesia dijadwalkan dirilis dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter global serta pergerakan pasar keuangan.
Pasar Domestik Ditutup Menguat
IHSG ditutup naik 0,20% ke level 5.924,36 pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan juga terjadi pada rupiah yang terapresiasi 0,14% ke posisi Rp18.045 per dolar AS, didukung pelemahan indeks dolar AS.
Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun menjadi 7,221% dari sebelumnya 7,281%, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset pendapatan tetap.
Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp421,7 miliar pada perdagangan terakhir pekan lalu sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun mencapai sekitar Rp76,15 triliun.
Konflik Timur Tengah Masih Jadi Sentimen Utama
Perhatian pasar masih tertuju pada meningkatnya konflik antara AS dan Iran. Kedua negara kembali saling melancarkan serangan selama akhir pekan, sementara Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan kembali mendorong volatilitas harga minyak. Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu perkembangan negosiasi antara kedua negara untuk melihat apakah konflik akan kembali mereda atau justru semakin meluas.
Agenda Ekonomi Pekan Ini
Selain perkembangan geopolitik, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting berikut:
Selasa (14/7/2026)
China: Neraca Perdagangan Juni 2026
Amerika Serikat: Inflasi Konsumen (CPI) Juni 2026
Amerika Serikat: Kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres (hari pertama)
Rabu (15/7/2026)
China: Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II-2026
China: Produksi Industri Juni
China: Penjualan Ritel Juni
Indonesia: Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) Bank Indonesia
Amerika Serikat: Inflasi Produsen (PPI) Juni
Amerika Serikat: Kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres (hari kedua)
Kamis (16/7/2026)
Amerika Serikat: Penjualan Ritel Juni
Amerika Serikat: Klaim Pengangguran Awal Mingguan
Amerika Serikat: Indeks Manufaktur Philadelphia Fed
Jumat (17/7/2026)
Amerika Serikat: Building Permits
Amerika Serikat: Housing Starts
Amerika Serikat: Indeks Kepercayaan Konsumen Universitas Michigan (pendahuluan)
Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
Dari seluruh agenda tersebut, perhatian terbesar diperkirakan tertuju pada data inflasi AS, kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh, serta data pertumbuhan ekonomi China.
Data-data tersebut akan menjadi acuan investor dalam menilai prospek suku bunga The Fed, kekuatan ekonomi global, hingga permintaan energi dunia. Di saat yang sama, perkembangan konflik di Timur Tengah juga akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga minyak, nilai tukar, pasar obligasi, maupun pasar saham sepanjang pekan ini.

