IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah Dekati Level Rp 16.800, Apa Pemicunya?

By Aurelia 11 months ago Ekonomi
Image source: AP/ insight.kontan.co.id
SHARE

[Medan | 26 September 2025] Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada akhir perdagangan Kamis (25/9/2025). Rupiah ditutup melemah 65 poin atau 0,39 persen ke level Rp16.749 per dolar Amerika Serikat (AS), mendekati ambang Rp16.800. Posisi ini lebih lemah dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp16.684 per dolar AS. Sementara kurs acuan JISDOR Bank Indonesia juga terkoreksi ke Rp16.752 per dolar AS.

Menurut analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, pelemahan rupiah tidak terlepas dari kombinasi faktor global dan domestik. Dari dalam negeri, disiplin fiskal pemerintah menjadi sorotan. Meski belanja negara semakin ekspansif, sumber pembiayaan masih banyak bertumpu pada utang, sementara minat asing terhadap obligasi negara terus menurun. Kepemilikan asing yang dulu sempat mendekati 40 persen kini berada di bawah 20 persen. Kondisi ini membuat Bank Indonesia harus menutup celah pembiayaan melalui burden sharing dengan menyerap obligasi negara.

Situasi tersebut menimbulkan risiko tambahan terhadap stabilitas makro, terutama potensi inflasi. Rasio pajak Indonesia yang masih di bawah 10 persen mempersempit ruang untuk mengandalkan penerimaan pajak dalam mendukung belanja negara. Menurut Rully, solusi jangka panjang adalah mempercepat industrialisasi agar basis pajak dari perusahaan dan tenaga kerja bisa bertambah serta mengurangi ketergantungan pembiayaan dari utang.

Dari sisi eksternal, rupiah juga tertekan oleh nada hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Powell menegaskan pemangkasan suku bunga The Fed masih akan terbatas dengan alasan menjaga inflasi yang berpotensi meningkat akibat kebijakan tarif. Pernyataan tersebut memperuncing perbedaan pandangan di internal The Fed, di mana sebagian anggota lebih dovish dan mendorong penurunan suku bunga lanjutan. Ketidakselarasan sikap ini meningkatkan ketidakpastian global, mendorong penguatan dolar AS dan memberi tekanan tambahan bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah.

 

 

You Might Also Like

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel

Menkeu AS Sarankan Jepang Naikkan Suku Bunga

Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

TAGGED: nilai tukar Rupiah, Rupiah, Rupiah melemah
Aurelia September 26, 2025 September 26, 2025
Previous Article IHSG Mendadak Anjlok 1%, Ada Apa?
Next Article Saham ANTM Tiba-tiba Turun 8,65%, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?