IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ insight.kontan.co.id
SHARE

[Medan | 28 Juli 2026] Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/7/2026), setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memicu kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan bank sentral ke depan.

Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup melemah 46 poin atau 0,26% ke level Rp18.009 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS.

Pengunduran Diri Perry Warjiyo Tekan Kepercayaan Pasar

Pelemahan rupiah terjadi setelah Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur BI. Untuk sementara, posisi tersebut diisi oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS) hingga pemerintah dan DPR menetapkan gubernur definitif sesuai mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pengunduran diri Perry menjadi sentimen negatif karena meningkatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter serta independensi Bank Indonesia di tengah kondisi global yang masih bergejolak. Meski demikian, Destry telah menegaskan bahwa seluruh tugas Bank Indonesia tetap berjalan normal karena kebijakan moneter ditetapkan melalui mekanisme Dewan Gubernur yang bersifat kolektif kolegial.

Faktor Domestik dan Global Masih Membayangi Rupiah

Selain pergantian kepemimpinan BI, pelemahan rupiah juga dipengaruhi berbagai faktor domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, pasar masih mencermati kondisi fiskal pemerintah, terutama peningkatan rasio utang terhadap PDB. Meski demikian, sejumlah ekonom menilai indikator yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah membayar pokok dan bunga utang dibanding sekadar besarnya rasio utang terhadap PDB.

Dari sisi global, investor masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah. Meskipun Amerika Serikat dan Iran mulai membuka ruang diplomasi dan menunda aksi militer, gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb masih menjadi perhatian pasar. Di sisi lain, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat namun tetap mempertahankan sikap hawkish juga menopang penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

Dampak ke Pasar Keuangan

Pelemahan rupiah menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan Indonesia karena meningkatkan risiko arus keluar modal asing (capital outflow), terutama apabila ketidakpastian terhadap kepemimpinan Bank Indonesia berlangsung lebih lama.

Bagi pasar obligasi, depresiasi rupiah berpotensi mendorong kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor menengah hingga panjang, seiring investor meminta premi risiko yang lebih tinggi. Tekanan juga dapat muncul apabila investor asing mengurangi kepemilikan obligasi rupiah.

Sementara itu, IHSG cenderung bergerak lebih volatil. Sektor yang memiliki utang dalam dolar AS atau bergantung pada impor berpotensi menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya. Sebaliknya, emiten berbasis ekspor, seperti komoditas, CPO, maupun pertambangan, relatif diuntungkan karena pendapatannya menggunakan dolar AS.

Ke depan, arah pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada proses penunjukan Gubernur BI definitif, perkembangan negosiasi Amerika Serikat-Iran, serta hasil rapat Federal Reserve pekan ini. Apabila ketidakpastian mereda dan pasar kembali yakin terhadap independensi Bank Indonesia, tekanan terhadap rupiah berpotensi berkurang secara bertahap.

 

You Might Also Like

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Tapi Potensi Naik Masih Terbuka

AS-Iran Mulai Negosiasi Lagi, Harga Minyak Turun ke Bawah US$ 90 per Barel

BEI Rombak Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80, Ini Daftar Terbarunya!

Bursa Korea dan Jepang Terjun Bebas Hari Ini, Ada Apa?

Ketegangan AS-Iran Mereda, Bursa Asia Siap Menguat Lagi?

TAGGED: Gubernur BI, Perry Warjiyo, rupiah 18.000
Aurelia July 28, 2026 July 28, 2026
Previous Article Bursa Korea dan Jepang Terjun Bebas Hari Ini, Ada Apa?
Next Article BEI Rombak Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80, Ini Daftar Terbarunya!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?