IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Sri Mulyani Umumkan APBN 2024 Defisit 2,29% PDB

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ tirto.id
SHARE

[Medan | 8 Januari 2025] Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencatat defisit sebesar Rp507,8 triliun, yang setara dengan 2,29% dari produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa angka defisit ini telah sesuai dengan desain awal pemerintah untuk APBN 2024, yang direncanakan mencapai 2,29% dari PDB. Defisit ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023, yang hanya sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% dari PDB.

Pemerintah sempat memperkirakan bahwa defisit APBN 2024 berpotensi melebar hingga 2,7% akibat tekanan berat pada semester I/2024. Faktor seperti dampak El Niño terhadap harga pangan, tingginya harga minyak, dan perlambatan ekonomi di China memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

Namun, dengan meredanya harga minyak, kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO), serta stimulus fiskal dan moneter dari China, prospek ekonomi membaik. Hal ini memungkinkan defisit APBN tetap sesuai dengan target awal.

Dari sisi pendapatan negara, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2024, total pendapatan mencapai Rp2.842,5 triliun, atau 101,4% dari target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp3.350,3 triliun, atau 100,8% dari alokasi yang dianggarkan. Realisasi belanja ini naik 7,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

You Might Also Like

Neraca Dagang Surplus, Tapi Ekonom Sebut Masih Rentan

AS-Iran Saling Serang Lagi, Harga Minyak Tembus US$95!

Yield Obligasi Global Naik Tajam, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

TAGGED: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, APBN 2024, defisit APBN
Aurelia January 7, 2025 January 8, 2025
Previous Article Indonesia Resmi Gabung BRICS, Apa Dampaknya Untuk Ekonomi RI?
Next Article Bocah Ditemukan Tewas Terbungkus Sarung, Orang Tua jadi Tersangka
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?