IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Rapat Juli 2026

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ edition.cnn.com
SHARE

[Medan | 29 Juli 2026] Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%-3,75% dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 28-29 Juli 2026. Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya tertutup di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Mengutip Bloomberg Economics, pertemuan FOMC kali ini dinilai menjadi salah satu yang paling sulit diprediksi dalam beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan era sebelumnya yang cenderung memberikan sinyal kebijakan lebih jelas kepada pasar, kepemimpinan Warsh dinilai membuat arah kebijakan The Fed menjadi lebih sulit ditebak.

Ekonom Bloomberg Economics, Anna Wong, memperkirakan mayoritas anggota FOMC akan memilih mempertahankan suku bunga. Namun, keputusan tersebut diperkirakan diambil dengan selisih suara yang tipis, mencerminkan masih adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral AS.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan sekitar 30% peluang bahwa Warsh akan memutuskan menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli, yang sekaligus akan menjadi kenaikan suku bunga pertamanya sejak menjabat sebagai Ketua The Fed.

Data Ekonomi Mendukung Sikap Menunggu

Bloomberg Economics menilai terdapat sejumlah alasan yang membuat The Fed lebih mungkin memilih mempertahankan suku bunga dibanding kembali mengetatkannya. Salah satunya, lima kelompok kerja (task force) yang dibentuk Warsh untuk mengevaluasi kerangka kebijakan moneter masih belum menyelesaikan kajiannya. Selain itu, revisi besar terhadap data inflasi inti berdasarkan indeks Personal Consumption Expenditures (Core PCE) baru diperkirakan akan dirilis pada September mendatang.

Di sisi lain, kondisi keuangan Amerika Serikat juga dinilai telah mengetat secara alami, sehingga tambahan kenaikan suku bunga saat ini belum dianggap mendesak. Wong menilai apabila The Fed bertindak terlalu cepat sebelum memperoleh data yang lebih lengkap, risiko terhadap perekonomian justru lebih besar dibanding manfaat yang diperoleh dalam mengendalikan inflasi.

Sejak rapat FOMC Juni lalu, sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan perlambatan tekanan inflasi. Inflasi kembali melandai, pertumbuhan lapangan kerja melemah, ekspektasi inflasi turun, sementara kondisi pembiayaan di pasar keuangan semakin ketat. Menurut Wong, apabila Jerome Powell masih menjabat sebagai Ketua The Fed, ia kemungkinan juga akan memilih mempertahankan suku bunga karena perkembangan data ekonomi belum cukup kuat untuk membenarkan pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Alasan Sebagian Pelaku Pasar Masih Mengharapkan Kenaikan

Meski mayoritas memperkirakan suku bunga tetap, sebagian pelaku pasar menilai Warsh sebaiknya menaikkan suku bunga pada Juli agar tidak perlu mengambil keputusan yang lebih sensitif mendekati pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang. Kenaikan suku bunga juga dinilai dapat memperkuat kredibilitas Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru.

Namun, Bloomberg Economics menilai pertimbangan ekonomi tetap harus menjadi prioritas utama dibanding faktor politik. Berdasarkan riset internal The Fed, dampak kenaikan suku bunga terhadap aktivitas ekonomi biasanya muncul lebih cepat dibanding dampaknya terhadap inflasi. Artinya, apabila suku bunga dinaikkan sekarang, perlambatan ekonomi berpotensi mulai terasa menjelang pemilu, sementara manfaatnya dalam menekan inflasi baru akan terlihat beberapa waktu setelahnya.

Dampaknya ke Pasar

Apabila The Fed mempertahankan suku bunga, sentimen pasar global berpotensi menjadi lebih positif. Tekanan terhadap dolar AS dapat mereda sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat atau setidaknya lebih stabil. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga cenderung stabil, sehingga berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset negara berkembang, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Kondisi tersebut juga dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG, terutama sektor perbankan, properti, dan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.

Sebaliknya, apabila The Fed secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dolar AS berpotensi kembali menguat dan mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang. Rupiah berisiko mengalami pelemahan, sementara yield SBN Indonesia berpotensi naik seiring meningkatnya tekanan di pasar obligasi global. Bagi pasar saham, kenaikan suku bunga The Fed dapat memicu aksi profit taking dan meningkatkan volatilitas IHSG karena investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dengan kondisi tersebut, perhatian pelaku pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada pernyataan resmi dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh yang akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

 

You Might Also Like

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

Menkop Sebut Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN Selama 2 Tahun

Sejumlah Nama Mulai Beredar, Siapa Kandidat Terkuat Gubernur BI?

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Tapi Potensi Naik Masih Terbuka

AS-Iran Mulai Negosiasi Lagi, Harga Minyak Turun ke Bawah US$ 90 per Barel

TAGGED: Kevin Warsh, rapat suku bunga fed, suku bunga AS, The Fed
Aurelia July 29, 2026 July 29, 2026
Previous Article Sejumlah Nama Mulai Beredar, Siapa Kandidat Terkuat Gubernur BI?
Next Article Menkop Sebut Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN Selama 2 Tahun
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?