IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

The Fed Williams Sebut Suku Bunga Perlu Diturunkan di Masa Depan

By Aurelia 3 months ago Ekonomi
Image source: AP/ bloomberg.com
SHARE

[Medan | 5 Mei 2026] Gubernur Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyampaikan bahwa suku bunga pada akhirnya perlu diturunkan apabila inflasi kembali ke target 2%. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi inflasi saat ini yang masih tinggi membuat timing penurunan suku bunga menjadi tertunda, meski arah kebijakan jangka menengah tetap menuju pelonggaran.

The Fed Tetap Hati-Hati di Tengah Ketidakpastian
Federal Reserve saat ini mempertahankan stance kebijakan yang dinilai seimbang antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pasar tenaga kerja. Williams menilai belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan saat ini masih appropriate di tengah dinamika global.

Tekanan Inflasi Dipicu Energi dan Geopolitik
Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, khususnya gangguan rantai pasok, menjadi faktor utama yang menahan penurunan inflasi. Williams memperkirakan inflasi AS masih berada di sekitar 3% pada 2026, sebelum secara bertahap kembali ke target 2% pada 2027.

Meski demikian, ia menilai tekanan inflasi saat ini belum menunjukkan efek lanjutan (second-round effect) yang luas, berbeda dengan periode pasca pandemi 2021.

Pasar Tenaga Kerja Mulai Melunak
Dari sisi tenaga kerja, Williams memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS berada di kisaran 2%–2,25%, dengan tingkat pengangguran di rentang 4,25%–4,5%. Sementara itu, proyeksi penambahan tenaga kerja (payroll) April hanya sekitar 65.000, turun signifikan dari 178.000 pada Maret, mencerminkan perlambatan bertahap.

Ia juga menyoroti faktor struktural seperti penuaan populasi dan penurunan imigrasi sebagai penyebab melambatnya pertumbuhan tenaga kerja.

“Higher for Longer” Masih Berlaku

Pernyataan Williams mengonfirmasi satu hal penting: arah kebijakan The Fed memang menuju easing, tapi tidak dalam waktu dekat

Dengan kondisi saat ini:

  • inflasi masih di atas target (±3%)
  • harga energi tinggi
  • geopolitik belum stabil

ruang penurunan suku bunga masih terbatas dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

Indonesia Alami Deflasi di Juli dan Defisit Dagang Menyempit, Apa Artinya Untuk Indonesia?

Jepang dan AS Siap Lakukan Intervensi Untuk Stabilkan Yen

Defisit Neraca Dagang RI Juni 2026 Diproyeksikan Menipis

Inflasi Juli RI 2026 Diperkirakan Melandai

Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun

TAGGED: suku bunga AS, The Fed, the fed williams
Aurelia May 5, 2026 May 5, 2026
Previous Article Pemerintah Targetkan Bensin Campur Etanol 20% Mulai 2028
Next Article OCBC Caplok Bisnis Ritel dan Weatlh HSBC, Aset Kelolaan Sentuh Rp 89,8 T
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?