IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Bakal Kenakan Tarif 25% untuk Baja dan Aluminium

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ news.sky.com
SHARE

[Medan | 11 Februari 2025] Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana menerapkan tarif baru sebesar 25% terhadap seluruh impor baja dan aluminium ke AS, di luar bea masuk logam yang telah berlaku sebelumnya.

Trump dijadwalkan mengumumkan kebijakan tarif ini secara resmi pada Senin (10/2) waktu setempat, diikuti dengan pengumuman tarif timbal balik pada Selasa atau Rabu yang akan diberlakukan segera. Tarif timbal balik ini bertujuan untuk menyamakan tarif impor barang ke AS dengan tarif yang dikenakan oleh negara lain terhadap produk AS.

Berdasarkan data pemerintah AS dan American Iron and Steel Institute, Kanada, Brasil, dan Meksiko merupakan sumber utama impor baja AS, disusul oleh Korea Selatan dan Vietnam. Sementara itu, Kanada yang kaya akan sumber daya tenaga air menjadi pemasok terbesar aluminium primer ke AS, mencakup 79% dari total impor selama 11 bulan pertama tahun 2024.

Head of Industry & Regional Research Bank Permata, Adjie Harisandi, menilai bahwa kebijakan tarif Trump dapat berdampak pada pasar baja global. Saat ini, industri baja dunia tengah menghadapi oversupply akibat perlambatan sektor properti di China, yang membuat negara tersebut mencari pasar baru, termasuk di Asia Tenggara. Kondisi ini berkontribusi terhadap penurunan harga baja di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Jika kebijakan tarif Trump terus berlanjut, Adjie memperkirakan kelebihan pasokan baja global akan semakin meningkat. Negara-negara eksportir baja utama ke AS kemungkinan akan mengalami penurunan permintaan, sehingga mereka perlu mencari pasar alternatif di luar AS untuk menghindari kelebihan pasokan yang lebih besar.

 

You Might Also Like

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel

Menkeu AS Sarankan Jepang Naikkan Suku Bunga

Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

TAGGED: baja dan aluminium, kebijakan trump, Trump Tarif
Aurelia February 11, 2025 February 11, 2025
Previous Article Komisaris Mendadak Borong Saham PTRO, Ada Apa?
Next Article Laba Bersih ISAT Naik 9% di Tahun 2024, Apa Pendorongnya?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?