IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Berencana Terapkan Tarif Tambahan 10% ke China dan 25% ke Meksiko Kanada

By Aurelia 2 years ago Ekonomi
Image source: AP/ indiatoday.in
SHARE

[Medan | 27 November 2024] Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 25% pada semua produk dari Meksiko dan Kanada, serta tambahan tarif 10% pada barang-barang asal China. Kebijakan ini diambil dengan alasan untuk mengatasi masalah migrasi ilegal dan peredaran obat-obatan terlarang yang melintasi perbatasan AS.

Trump menegaskan bahwa tarif tersebut akan tetap diberlakukan hingga kedua negara mengambil tindakan tegas untuk memberantas perdagangan narkotika, terutama fentanyl, dan menghentikan migran yang masuk secara ilegal.

Terkait China, Trump menuduh Beijing tidak cukup serius dalam mengatasi aliran obat-obatan terlarang yang masuk ke AS melalui Meksiko. Selama kampanye, Trump telah berjanji untuk mencabut status “negara paling disukai” China dan memberlakukan tarif yang jauh lebih tinggi, bahkan mencapai 60%, dibandingkan dengan tarif yang berlaku pada masa jabatan pertamanya.

China, yang saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor properti, risiko utang, dan permintaan domestik yang lemah, diperkirakan akan mengalami dampak signifikan jika kebijakan ini diterapkan. Langkah Trump ini berpotensi memengaruhi hubungan perdagangan dengan negara-negara terkait dan menimbulkan reaksi lebih lanjut dari komunitas internasional.

Reaksi pasar terhadap pernyataan ini juga terlihat dengan depresiasi peso Meksiko lebih dari 1%, sementara dolar Kanada melemah sekitar 0,5%. Yuan China juga mengalami penurunan di pasar luar negeri.

 

You Might Also Like

Neraca Dagang Surplus, Tapi Ekonom Sebut Masih Rentan

AS-Iran Saling Serang Lagi, Harga Minyak Tembus US$95!

Yield Obligasi Global Naik Tajam, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

TAGGED: Donald Trump, kebijakan trump, tarif trump
Aurelia November 27, 2024 November 27, 2024
Previous Article Bakal Divestasi Bisnis Es Krim Rp 7 Triliun, Bagaimana Nasib UNVR Kedepannya?
Next Article Bakal Akusisi Tambang di Australia, Saham DOID Siap Terbang?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?