[Medan | 14 Juli 2026] Harga minyak dunia kembali melanjutkan reli pada perdagangan Selasa (14/7/2026) setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin meningkat. Kebijakan Presiden Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran serta mengenakan tarif 20% bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz mendorong kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$1,68 atau 2% menjadi US$84,98 per barel pada pukul 00.51 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,65 atau 2,1% ke level US$79,79 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Brent melonjak hampir 10% pada perdagangan sebelumnya, mencatat penguatan harian terbesar sejak Mei 2020 sekaligus membawa harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Trump Perketat Tekanan terhadap Iran
Sentimen utama pasar berasal dari keputusan Presiden Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran. Selain itu, Washington juga menetapkan tarif sebesar 20% bagi seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi atas pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Di saat yang sama, ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan terkena serangan rudal jelajah Iran di jalur selatan Selat Hormuz. Pemerintah UEA menyebut insiden tersebut menewaskan satu awak kapal berkewarganegaraan India dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran pasar bahwa konflik di kawasan Teluk berpotensi mengganggu kelancaran distribusi minyak dunia.
Risiko Gangguan Pasokan Semakin Besar
Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer menilai eskalasi terbaru telah meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar energi. Menurutnya, kombinasi blokade yang kembali diterapkan AS dan respons militer Iran membuat prospek pasokan minyak menjadi jauh lebih tidak pasti, meskipun Selat Hormuz hingga kini belum sepenuhnya ditutup bagi pelayaran internasional.
Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melanjutkan operasi militer terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Di pihak Iran, sejumlah media lokal melaporkan beberapa ledakan terjadi di Bandar Abbas serta Pulau Kish pada Selasa dini hari.
Konflik Meluas ke Kawasan Timur Tengah
Ketegangan juga melibatkan kelompok Houthi di Yaman yang kembali meluncurkan rudal ke arah Arab Saudi setelah menuduh Riyadh menyerang bandara yang berada di wilayah yang mereka kuasai.
Manajer Portofolio Gabelli Funds Simon Wong menilai risiko terhadap pasokan minyak global dapat meningkat apabila kelompok Houthi mulai menargetkan infrastruktur energi maupun fasilitas ekspor minyak Arab Saudi di kawasan Laut Merah. Menurutnya, gangguan terhadap jalur distribusi energi dari Timur Tengah akan semakin memperketat pasokan global dan berpotensi mempertahankan harga minyak pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Pasar Menanti Data Persediaan Minyak AS
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis data persediaan minyak Amerika Serikat. Survei awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS kembali mengalami penurunan pada pekan lalu, sementara persediaan bensin dan produk distilat diproyeksikan meningkat. Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi keseimbangan pasar energi di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

