IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Blokade Iran dan Pasang Tarif Kargo 20% di Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus US$80!

By Aurelia 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ maersktraining.com
SHARE

[Medan | 14 Juli 2026] Harga minyak dunia kembali melanjutkan reli pada perdagangan Selasa (14/7/2026) setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin meningkat. Kebijakan Presiden Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran serta mengenakan tarif 20% bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz mendorong kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Contents
Trump Perketat Tekanan terhadap IranRisiko Gangguan Pasokan Semakin BesarKonflik Meluas ke Kawasan Timur TengahPasar Menanti Data Persediaan Minyak AS

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$1,68 atau 2% menjadi US$84,98 per barel pada pukul 00.51 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,65 atau 2,1% ke level US$79,79 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Brent melonjak hampir 10% pada perdagangan sebelumnya, mencatat penguatan harian terbesar sejak Mei 2020 sekaligus membawa harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Trump Perketat Tekanan terhadap Iran

Sentimen utama pasar berasal dari keputusan Presiden Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran. Selain itu, Washington juga menetapkan tarif sebesar 20% bagi seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi atas pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

Di saat yang sama, ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan terkena serangan rudal jelajah Iran di jalur selatan Selat Hormuz. Pemerintah UEA menyebut insiden tersebut menewaskan satu awak kapal berkewarganegaraan India dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran pasar bahwa konflik di kawasan Teluk berpotensi mengganggu kelancaran distribusi minyak dunia.

Risiko Gangguan Pasokan Semakin Besar

Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer menilai eskalasi terbaru telah meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar energi. Menurutnya, kombinasi blokade yang kembali diterapkan AS dan respons militer Iran membuat prospek pasokan minyak menjadi jauh lebih tidak pasti, meskipun Selat Hormuz hingga kini belum sepenuhnya ditutup bagi pelayaran internasional.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melanjutkan operasi militer terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Di pihak Iran, sejumlah media lokal melaporkan beberapa ledakan terjadi di Bandar Abbas serta Pulau Kish pada Selasa dini hari.

Konflik Meluas ke Kawasan Timur Tengah

Ketegangan juga melibatkan kelompok Houthi di Yaman yang kembali meluncurkan rudal ke arah Arab Saudi setelah menuduh Riyadh menyerang bandara yang berada di wilayah yang mereka kuasai.

Manajer Portofolio Gabelli Funds Simon Wong menilai risiko terhadap pasokan minyak global dapat meningkat apabila kelompok Houthi mulai menargetkan infrastruktur energi maupun fasilitas ekspor minyak Arab Saudi di kawasan Laut Merah. Menurutnya, gangguan terhadap jalur distribusi energi dari Timur Tengah akan semakin memperketat pasokan global dan berpotensi mempertahankan harga minyak pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Pasar Menanti Data Persediaan Minyak AS

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis data persediaan minyak Amerika Serikat. Survei awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS kembali mengalami penurunan pada pekan lalu, sementara persediaan bensin dan produk distilat diproyeksikan meningkat. Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi keseimbangan pasar energi di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

 

You Might Also Like

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp 24,12 Miliar

S&P Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026

DPR Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset

S&P Jadi Good News, Tapi Waspada Harga Minyak Naik dan Rilis Data Inflasi AS

Trump Sebut Selat Hormuz Tetap Buka di Tengah Serangan AS-Iran

TAGGED: AS blokade Iran, AS-Iran, harga minyak, tarif selat hormuz
Aurelia July 14, 2026 July 14, 2026
Previous Article S&P Jadi Good News, Tapi Waspada Harga Minyak Naik dan Rilis Data Inflasi AS
Next Article DPR Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?