IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Haji Isam Siap Caplok 30% Saham BYAN

By Aurelia 3 hours ago Bisnis
Image source: AP/ investasi.kontan.co.id
SHARE

[Medan | 18 September 2026] Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dikabarkan akan mengakuisisi sekitar 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama. Rencana tersebut mencuat setelah pemegang saham utama Bayan, Low Tuck Kwong dan Elaine Low, menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Jhonlin Baratama.

Low Tuck Kwong Siapkan Pengalihan 30% Saham

Berdasarkan keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa BYAN, atau sekitar 30% dari total saham beredar perseroan. Namun, transaksi belum dapat dianggap selesai karena masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang telah disepakati oleh para pihak.

Saham BYAN Naik ke Rp11.525

Kabar transaksi tersebut muncul ketika saham BYAN bergerak menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Saham BYAN ditutup di level Rp11.525 per saham, naik 1,54% atau 175 poin dari posisi sebelumnya Rp11.350. Sepanjang perdagangan, saham BYAN sempat menyentuh level tertinggi Rp11.800 dan terendah Rp11.200.

Dengan menggunakan harga penutupan tersebut, sekitar 10 miliar saham yang menjadi objek perjanjian memiliki nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun. Angka ini merupakan estimasi berdasarkan harga pasar dan bukan nilai transaksi yang telah disepakati para pihak.

Rumor Tawaran US$3 Miliar

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Haji Isam menawarkan sekitar US$3 miliar untuk mengakuisisi 62% saham BYAN. Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp53,1 triliun. Jika nilai tersebut dibagi secara matematis terhadap sekitar 33,33 miliar saham BYAN, indikasinya berada di kisaran Rp2.500 per saham. Dengan asumsi yang sama, 10 miliar saham akan bernilai sekitar Rp25 triliun.

Namun, apabila seluruh Rp53,1 triliun tersebut diasumsikan digunakan untuk mengakuisisi 30% saham, maka nilai indikatifnya menjadi sekitar Rp5.300 per saham. Perhitungan tersebut hanya merupakan simulasi berdasarkan rumor mengenai tawaran US$3 miliar untuk 62% saham. Harga transaksi yang sebenarnya belum diungkapkan dalam keterbukaan informasi terbaru.

Harga Pasar Jauh di Atas Harga Indikatif

Dengan harga BYAN di Rp11.525 per saham, nilai pasar saham yang menjadi objek perjanjian berada jauh di atas kedua simulasi harga berdasarkan rumor tersebut. Karena itu, pasar masih perlu menunggu informasi mengenai nilai transaksi yang sebenarnya sebelum dapat membandingkan harga akuisisi dengan harga pasar BYAN secara langsung.

Transaksi Masih Bersifat Bersyarat

Bayan Resources menyatakan transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan. Dengan demikian, perubahan kepemilikan saham belum efektif sepenuhnya hingga seluruh ketentuan yang disepakati terpenuhi. Perseroan juga menyampaikan bahwa transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada harga transaksi, jumlah saham yang benar-benar dialihkan, pemenuhan seluruh persyaratan, serta perubahan struktur kepemilikan dan pengendalian BYAN setelah transaksi diselesaikan.

 

You Might Also Like

BBRI Tuntaskan Buyback, Serap Dana Rp 90.37 Miliar

Presdir Terseret OTT KPK, Bagaimana Nasib Saham SMRA?

BYAN Nyatakan Force Majeure di Tengah Isu Masuknya Haji Isam

Ada Menteri Keuangan Baru, Market Bakal Kemana?

Perkuat Bisnis Konten dan Iklan Digital, IRSX Gandeng iQIYI

TAGGED: Haji Isam, saham BYAN
Aurelia September 18, 2026 September 18, 2026
Previous Article Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, AS Tunda Pengumuman Tarif Baru
Next Article DJP Siap Pungut Pajak Pedagang Online per 1 Oktober
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?