IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

IHSG Mendadak Anjlok 4% Lebih, Ada Apa?

By Aurelia Tanu 46 mins ago Bisnis
Image source: AP/ m.kumparan.com
SHARE

[Medan | 3 Juni 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah tajam sebesar 4.13% ke level 5.939 pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (3/6/2026). Pelemahan ini dipicu oleh sejumlah sentimen negatif dari luar maupun dalam negeri.

Faktor Eksternal:
1. Data JOLTS AS Jauh di Atas Ekspektasi
Data lowongan kerja AS (JOLTS) April 2026 yang dirilis 2 Juni mencatat jumlah lowongan melonjak ke 7,618 juta, jauh di atas konsensus 6,866 juta. Data yang kuat ini menandakan pasar tenaga kerja AS masih panas, sehingga The Fed tidak punya alasan untuk segera memangkas suku bunga.

Suku bunga AS yang tetap tinggi membuat aset dolar lebih menarik dibanding aset negara berkembang. Akibatnya, investor global menarik dana dari pasar seperti Indonesia dan memindahkannya ke AS, yang langsung menekan rupiah dan mendorong aksi jual di IHSG.

2. AS-Iran Saling Serang Lagi
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat aksi saling serang menggunakan rudal dan drone di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Eskalasi terbaru ini meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dunia sekaligus memperbesar ketidakpastian atas proses negosiasi damai antara AS dan Iran. Situasi semakin rumit karena konflik terjadi di tengah mandeknya pembicaraan gencatan senjata yang sebelumnya sempat diklaim mendekati kesepakatan.

Akibatnya, harga minyak Brent hari ini dibuka naik ke level $95,45/barel, dan WTI berada di kisaran $92,90/barel. Indonesia adalah net importer minyak, artinya, semakin mahal harga minyak global, semakin besar tagihan impor yang harus dibayar dalam dolar. Ini langsung memperburuk defisit neraca migas dan menambah tekanan pada rupiah.

Faktor Domestik:
1. Rupiah Tembus Rp 17.900/USD
Berdasarkan pantauan pukul 10.35 WIB, kurs USD/IDR berada di level Rp17.916 per dolar AS, atau mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, menyentuh level terendah sepanjang masa yang baru. Ketika rupiah melemah, investor asing yang memegang saham Indonesia otomatis mengalami kerugian dari sisi nilai tukar, meski harga sahamnya tidak turun sekalipun. Karena itu, pelemahan rupiah yang tajam hampir selalu diikuti aksi jual investor asing di bursa, yang kemudian menarik IHSG ikut turun.

2. Surplus Neraca Dagang April 2026 Terendah dalam 6 Tahun
Surplus neraca perdagangan Indonesia April 2026 hanya tersisa USD 89,1 juta, terendah dalam enam tahun terakhir. Surplus non-migas sebesar USD 3,53 miliar nyaris habis digerus oleh defisit migas USD 3,44 miliar, dengan minyak mentah dan hasil minyak sebagai penyumbang defisit terbesar.

Surplus neraca dagang yang besar biasanya jadi penyangga rupiah karena ekspor menghasilkan dolar yang masuk ke sistem. Ketika surplus menyusut hingga hampir nol, pasokan dolar dari jalur perdagangan ikut berkurang, dan dengan pasokan dolar yang tipis, rupiah makin sulit dipertahankan.

3. Inflasi Mei 2026 Naik ke 3.08% YoY
Inflasi Mei 2026 tercatat 3,08% secara tahunan dengan inflasi bulanan 0,28% , naik dari 0,13% di bulan April, didorong kenaikan harga pangan seperti cabai dan beras. Inflasi yang naik di tengah rupiah yang sudah tertekan menciptakan dilema bagi Bank Indonesia. Kalau BI turunkan suku bunga, rupiah bisa makin lemah. Kalau BI naikkan suku bunga, biaya pinjaman naik dan aktivitas ekonomi melambat, juga tidak bagus untuk saham. Pasar membaca ini sebagai ketidakpastian kebijakan, yang mendorong investor mengurangi eksposur ke aset berisiko seperti saham.

Apa yang Bisa Dilakukan Investor?
Di tengah tekanan seperti ini, hal terpenting adalah tidak panik jual di tengah sesi karena harga seringkali sudah overshoot ke bawah akibat kepanikan pasar. Bagi yang punya cash, tidak perlu terburu-buru masuk, kondisi belum memberikan sinyal pembalikan yang jelas selama rupiah masih bergerak melemah dan konflik Iran belum ada titik terang. Kalau ingin averaging down, lakukan bertahap dan prioritaskan saham dengan fundamental kuat yang pendapatannya berbasis rupiah, serta hindari dulu saham yang terekspos utang dolar atau biaya impor besar karena paling rentan di kondisi ini. Jadikan pergerakan USD/IDR sebagai indikator utama, sebelum rupiah stabil, IHSG akan sulit pulih secara berkelanjutan.

Level Teknikal yang Perlu Diperhatikan
Secara teknikal, level 5.980 yang saat ini diuji pasar bukan sekadar angka psikologis. Support krusial berikutnya berada di 5.890, dan ini yang perlu dicermati. Apabila IHSG gagal bertahan di level tersebut, potensi penurunan berikutnya cukup dalam karena target selanjutnya adalah area 5.400, yakni gap yang terbentuk pada tahun 2020 dan hingga kini belum tertutup.

You Might Also Like

INET Perluas Lini Usaha Perdagangan Perangkat Telekomunikasi

Ini 3 Skenario Pergerakan IHSG di Juni 2026!

Rebalancing MSCI + Habis Libur 2 Hari + Closing Monthly/Weekly, IHSG Bakal Kemana?

Ada Rumor Pemerintah Mau Bentuk Badan Ekspor Komoditas, IHSG Langsung Anjlok 4% Lebih!

Negosiasi AS-Iran Masih Buntu, Ada Serangan Drone di UAE, Harga Minyak Kembali Naik!

TAGGED: bursa hari ini, IHSG Anjlok, IHSG hari ini, penyebab ihsg anjlok
Aurelia Tanu June 3, 2026 June 3, 2026
Previous Article Surplus Neraca Dagang April 2026 Turun Signifikan, Ini Biang Keroknya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?