IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

ARTO dan BFIN Dikabarkan Bakal Merger, Kapitalisasi Pasar Berpotensi Tembus Rp 25 T

By Aurelia 2 months ago Bisnis
Image source: AP/ investortrust.id
SHARE

[Medan | 10 Juli 2026] Kabar mengenai potensi penggabungan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menjadi perhatian pelaku pasar. Apabila transaksi tersebut terealisasi, entitas hasil merger diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp25 triliun.

Rumor tersebut langsung mendapat respons positif dari investor. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), saham ARTO melonjak 18,23% dan ditutup di level Rp1.200 per saham. Sementara itu, saham BFIN menguat 6,62% ke level Rp805.

Jerry Ng Kaji Opsi Strategis

Mengutip laporan Bloomberg, kelompok investor yang dipimpin oleh konglomerat Jerry Ng tengah mengevaluasi sejumlah opsi strategis terkait kepemilikan mereka di Bank Jago dan BFI Finance. Dalam proses tersebut, Goldman Sachs disebut ditunjuk sebagai penasihat keuangan.

Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah menggabungkan kedua perusahaan menjadi satu entitas. Selain opsi merger, sejumlah institusi keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia juga dikabarkan menunjukkan ketertarikan terhadap kedua perusahaan tersebut. Meski demikian, pembahasan masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan yang bersifat final.

ARTO dan BFIN Belum Berikan Konfirmasi

Menanggapi rumor yang beredar, Bank Jago menyatakan tidak dapat memberikan komentar terkait spekulasi pasar. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki informasi mengenai rencana merger maupun pendekatan dari calon investor asing. Bank Jago menjelaskan bahwa hubungan dengan BFI Finance hingga saat ini sebatas kerja sama bisnis strategis yang telah berlangsung sebelumnya.

Di sisi lain, juru bicara BFI Finance, Dian Fahmi, mengatakan perseroan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari aktivitas maupun keputusan para pemegang sahamnya. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat informasi material yang perlu disampaikan kepada publik. Sementara itu, Goldman Sachs memilih tidak memberikan tanggapan, sedangkan Jerry Ng belum merespons permintaan konfirmasi dari media.

Kepemilikan Saham Jadi Sorotan

Jerry Ng mengendalikan sekitar 51% saham BFI Finance melalui Trinugraha Capital & Co. Pada April lalu, Mergermarket melaporkan bahwa pemegang saham pengendali BFIN tengah menjajaki opsi divestasi sebagian kepemilikannya dan menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat transaksi.

Laporan tersebut sempat memicu lonjakan harga saham BFIN hingga sekitar 25% dalam satu hari perdagangan, yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak 2010. Saat ini, kapitalisasi pasar BFI Finance tercatat sekitar Rp11,4 triliun, sedangkan Bank Jago memiliki nilai pasar sekitar Rp13,7 triliun. Selain Jerry Ng, pemegang saham Trinugraha Capital juga mencakup Northstar Group dan Garibaldi Thohir.

Di Bank Jago sendiri, Jerry Ng menguasai sekitar 30% saham bersama sejumlah investor besar lainnya, seperti GIC, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), serta salah satu pendiri Northstar Group, Patrick Walujo.

Potensi Sinergi Masih Menunggu Kepastian

Apabila merger benar-benar terlaksana, kombinasi Bank Jago dan BFI Finance dinilai berpotensi menciptakan sinergi antara bisnis perbankan digital dan pembiayaan multifinance. Namun, hingga saat ini seluruh pembahasan masih bersifat penjajakan sehingga investor masih menunggu kepastian dari para pemegang saham maupun keterbukaan informasi resmi dari kedua emiten.

 

 

 

You Might Also Like

BEI Berencana Hapus Saham Gocap, Harga Bisa ke Rp 1

FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia Hingga Desember 2026

Saham INET, WIFI, hingga DOOH Kompak Terbang, Ada Apa?

Bayan Resources (BYAN) Sebut Tak Tahu Kabar Haji Isam Mau Akuisisi

Prabowo Beri Kode Keras Untuk Saham TINS dan SMGR?

TAGGED: saham ARTO, saham BFIN
Aurelia July 10, 2026 July 10, 2026
Previous Article Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS Turun ke 215 Ribu, Kemana Arah The Fed?
Next Article Harga Minyak Naik 3% Setelah AS-Iran Saling Serang Lagi!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?