[Medan | 10 Juli 2026] Kabar mengenai potensi penggabungan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menjadi perhatian pelaku pasar. Apabila transaksi tersebut terealisasi, entitas hasil merger diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp25 triliun.
Rumor tersebut langsung mendapat respons positif dari investor. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), saham ARTO melonjak 18,23% dan ditutup di level Rp1.200 per saham. Sementara itu, saham BFIN menguat 6,62% ke level Rp805.
Jerry Ng Kaji Opsi Strategis
Mengutip laporan Bloomberg, kelompok investor yang dipimpin oleh konglomerat Jerry Ng tengah mengevaluasi sejumlah opsi strategis terkait kepemilikan mereka di Bank Jago dan BFI Finance. Dalam proses tersebut, Goldman Sachs disebut ditunjuk sebagai penasihat keuangan.
Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah menggabungkan kedua perusahaan menjadi satu entitas. Selain opsi merger, sejumlah institusi keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia juga dikabarkan menunjukkan ketertarikan terhadap kedua perusahaan tersebut. Meski demikian, pembahasan masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan yang bersifat final.
ARTO dan BFIN Belum Berikan Konfirmasi
Menanggapi rumor yang beredar, Bank Jago menyatakan tidak dapat memberikan komentar terkait spekulasi pasar. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki informasi mengenai rencana merger maupun pendekatan dari calon investor asing. Bank Jago menjelaskan bahwa hubungan dengan BFI Finance hingga saat ini sebatas kerja sama bisnis strategis yang telah berlangsung sebelumnya.
Di sisi lain, juru bicara BFI Finance, Dian Fahmi, mengatakan perseroan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari aktivitas maupun keputusan para pemegang sahamnya. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat informasi material yang perlu disampaikan kepada publik. Sementara itu, Goldman Sachs memilih tidak memberikan tanggapan, sedangkan Jerry Ng belum merespons permintaan konfirmasi dari media.
Kepemilikan Saham Jadi Sorotan
Jerry Ng mengendalikan sekitar 51% saham BFI Finance melalui Trinugraha Capital & Co. Pada April lalu, Mergermarket melaporkan bahwa pemegang saham pengendali BFIN tengah menjajaki opsi divestasi sebagian kepemilikannya dan menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat transaksi.
Laporan tersebut sempat memicu lonjakan harga saham BFIN hingga sekitar 25% dalam satu hari perdagangan, yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak 2010. Saat ini, kapitalisasi pasar BFI Finance tercatat sekitar Rp11,4 triliun, sedangkan Bank Jago memiliki nilai pasar sekitar Rp13,7 triliun. Selain Jerry Ng, pemegang saham Trinugraha Capital juga mencakup Northstar Group dan Garibaldi Thohir.
Di Bank Jago sendiri, Jerry Ng menguasai sekitar 30% saham bersama sejumlah investor besar lainnya, seperti GIC, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), serta salah satu pendiri Northstar Group, Patrick Walujo.
Potensi Sinergi Masih Menunggu Kepastian
Apabila merger benar-benar terlaksana, kombinasi Bank Jago dan BFI Finance dinilai berpotensi menciptakan sinergi antara bisnis perbankan digital dan pembiayaan multifinance. Namun, hingga saat ini seluruh pembahasan masih bersifat penjajakan sehingga investor masih menunggu kepastian dari para pemegang saham maupun keterbukaan informasi resmi dari kedua emiten.

