[Medan | 8 Juli 2026] Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru pada perdagangan Rabu (8/7/2026), yakni PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Keduanya resmi mencatatkan saham perdana setelah menyelesaikan proses penawaran umum perdana (IPO) yang mendapat sambutan tinggi dari investor ritel.
Tingginya minat investor membuat kedua saham diperkirakan berpeluang mencatatkan kenaikan signifikan pada hari pertama perdagangan hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
EMMI Bidik Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan
PT Esa Medika Mandiri Tbk menawarkan sebanyak 522,86 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp470 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp245,7 miliar. Berdasarkan data Stockbit, lebih dari 519 ribu investor mengikuti pemesanan saham EMMI selama masa penawaran umum.
Dengan harga IPO tersebut, saham EMMI berpotensi menyentuh level ARA di Rp585, sedangkan batas Auto Rejection Bawah (ARB) berada di sekitar Rp400 per saham. Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Sekitar Rp50 miliar dialokasikan untuk pelunasan sebagian pinjaman, sekitar 6,4% digunakan membangun fasilitas produksi di Cikupa, sementara sisanya dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk pembelian persediaan dan pendanaan proyek.
EMMI yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun bergerak di bidang perdagangan dan manufaktur alat kesehatan. Perseroan memasok berbagai peralatan medis untuk ruang operasi, ICU, IGD, hingga sistem sterilisasi dan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit serta fasilitas kesehatan di Indonesia. Secara fundamental, kinerja EMMI juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Sepanjang 2025, penjualan bersih meningkat 18,11% menjadi Rp454,64 miliar, sementara laba bersih melonjak 188,23% menjadi Rp32,44 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
BACH Andalkan Infrastruktur Telekomunikasi dan Data Center
Selain EMMI, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) juga resmi melantai di BEI setelah menawarkan 615 juta saham baru atau sekitar 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga IPO Rp442 per saham. Perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp271,8 miliar, dengan lebih dari 663 ribu investor mengikuti masa penawaran umum. Pada hari pertama perdagangan, saham BACH berpotensi mencapai ARA di level Rp552, sementara batas ARB berada di sekitar Rp376 per saham.
Menurut riset Semesta Indovest Sekuritas, keunggulan utama BACH terletak pada model bisnis yang menggabungkan penyediaan generator set (genset) dengan jasa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Kombinasi tersebut membuka peluang cross-selling karena pelanggan memperoleh solusi penyediaan listrik cadangan sekaligus layanan operasional jaringan telekomunikasi.
Sepanjang 2025, BACH membukukan pendapatan sebesar Rp1,73 triliun, tumbuh 39,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat 97,5% menjadi Rp156 miliar, dengan margin laba bersih naik menjadi 9%. Sebanyak 56,4% pendapatan berasal dari bisnis penjualan dan penyewaan genset, sedangkan sisanya berasal dari jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Prospek Kedua Emiten
Prospek EMMI didukung oleh meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional seiring modernisasi rumah sakit, penguatan layanan kesehatan, serta berkembangnya industri alat kesehatan dalam negeri.
Sementara itu, BACH diperkirakan akan memperoleh manfaat dari ekspansi jaringan telekomunikasi, pembangunan pusat data (data center), meningkatnya kebutuhan listrik cadangan, serta pertumbuhan konsumsi data digital di Indonesia. Semesta Indovest Sekuritas menilai kombinasi bisnis genset dan infrastruktur digital menempatkan BACH pada posisi strategis untuk menangkap pertumbuhan investasi di sektor telekomunikasi dan data center.
Risiko Tetap Perlu Dicermati
Di balik prospek yang menarik, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko. EMMI menghadapi tantangan berupa persaingan industri alat kesehatan, kebutuhan belanja modal yang tinggi, serta keberlanjutan permintaan dari rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Sementara itu, BACH masih menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar akibat ketergantungan terhadap impor komponen genset, potensi perlambatan belanja modal operator telekomunikasi, serta meningkatnya persaingan di bisnis infrastruktur digital.
Fokus Investor pada Hari Perdana
Dengan tingginya antusiasme investor selama masa IPO, pergerakan saham EMMI dan BACH diperkirakan menjadi salah satu perhatian utama pasar pada perdagangan hari ini. Meski peluang kenaikan hingga menyentuh ARA cukup besar, investor tetap disarankan mencermati valuasi, prospek fundamental, serta risiko masing-masing emiten. Pergerakan harga saham pada hari perdana umumnya memiliki volatilitas tinggi sehingga memerlukan manajemen risiko yang baik sebelum mengambil keputusan investasi.

