[Medan | 16 Juli 2026] PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dikabarkan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan energi panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp. (EDC). Berdasarkan laporan Bloomberg, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$5 miliar berdasarkan valuasi ekuitas dan berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di sektor energi terbarukan Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Apabila terealisasi, akuisisi ini juga akan menjadi salah satu transaksi perusahaan terbesar yang pernah terjadi di Filipina.
Penawaran Masih Bersifat Awal
Meski demikian, proses akuisisi masih berada pada tahap awal. BREN menjelaskan bahwa proposal yang diajukan masih bersifat indikatif, tidak diminta (unsolicited), serta tidak mengikat (non-binding).
Sementara itu, First Gen Corp. selaku pemegang saham pengendali EDC menyatakan bahwa penawaran tersebut masih bergantung pada proses due diligence, penyusunan dokumen transaksi, serta berbagai persetujuan yang diperlukan sebelum kesepakatan dapat dicapai.
First Gen juga menegaskan hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara kedua perusahaan, belum terdapat perjanjian yang ditandatangani, dan perusahaan belum menunjuk penasihat keuangan untuk menangani potensi transaksi tersebut.
Pasar Sambut Positif Kabar Akuisisi
Kabar mengenai rencana akuisisi tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham First Gen sempat melonjak hingga 33% di Bursa Manila, menjadi kenaikan intraday terbesar sejak perusahaan melantai di bursa pada 2006. Meski kemudian terkoreksi, saham perusahaan tetap ditutup menguat sekitar 18%, sehingga kapitalisasi pasarnya meningkat menjadi sekitar US$1,2 miliar.
Di Bursa Efek Indonesia, saham BREN juga sempat naik sekitar 4% setelah kabar tersebut beredar. Namun secara year-to-date, saham perusahaan masih mencatat koreksi lebih dari 60%, dengan kapitalisasi pasar berada di kisaran US$26 miliar.
Akuisisi Berpotensi Perkuat Bisnis Energi Terbarukan
Apabila transaksi ini berhasil diselesaikan, akuisisi EDC berpotensi memperkuat posisi BREN sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara, khususnya pada bisnis pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal). Ekspansi ke Filipina juga dinilai dapat memperluas portofolio aset perusahaan di luar Indonesia sekaligus meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan.
Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan proses negosiasi serta hasil due diligence sebelum menilai dampak finansial transaksi tersebut terhadap kinerja BREN. Selama belum terdapat kesepakatan final, potensi akuisisi ini masih berada pada tahap penjajakan dan belum dapat dipastikan akan terealisasi.

