[Medan | 3 Juni 2026] PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi memperluas lini bisnisnya ke sektor perdagangan besar peralatan telekomunikasi setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kedua yang digelar pada Selasa (2/6/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 46523 terkait perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat posisi bisnis di sektor infrastruktur digital dan telekomunikasi nasional.
Perluas Sumber Pendapatan Baru
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, mengatakan penambahan kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat melengkapi layanan infrastruktur yang selama ini dijalankan perseroan.
Menurutnya, ekspansi ke lini perdagangan perangkat telekomunikasi dilakukan untuk memperkuat posisi INET dalam rantai nilai industri telekomunikasi sekaligus membuka sumber pendapatan baru di tengah pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital.
Perseroan menilai permintaan terhadap perangkat jaringan dan infrastruktur telekomunikasi masih akan terus meningkat, terutama seiring perkembangan layanan internet berbasis fiber optic dan fixed wireless access (FWA) di Indonesia.
Fokus pada Ekosistem FTTH dan Infrastruktur Jaringan
Melalui lini usaha baru ini, INET akan memperdagangkan berbagai perangkat jaringan untuk ekosistem Fiber to the Home (FTTH), perangkat Fixed Wireless Access (FWA), hingga perlengkapan infrastruktur jaringan seperti router, switch, dan server.
Manajemen memilih model bisnis distribusi untuk menjalankan aktivitas perdagangan tersebut. Pada tahap awal, operasional bisnis baru akan didukung empat staf, dua supervisor, dan satu manajer tanpa melakukan perubahan struktur organisasi perusahaan.
Berdasarkan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik Syarif Endang & Rekan, penambahan kegiatan usaha tersebut dinilai layak untuk dijalankan. Penilaian dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari potensi pasar, model bisnis, aspek teknis, manajemen, hingga kondisi keuangan perseroan.
Kinerja Keuangan Melonjak Signifikan
Sejalan dengan ekspansi usaha, kinerja keuangan INET juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan pada kuartal I-2026. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, total aset perseroan tercatat mencapai Rp5,69 triliun atau melonjak 648,39% dibanding posisi akhir Desember 2025.
Dari sisi operasional, pendapatan bersih INET pada kuartal I-2026 mencapai Rp383,6 miliar atau meningkat lebih dari 3.000% secara tahunan. Sementara laba bruto perseroan tercatat naik hampir sembilan kali lipat menjadi Rp45,99 miliar.
Manajemen optimistis tren pertumbuhan tersebut masih dapat berlanjut hingga akhir 2026, terutama didukung ekspansi bisnis dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi nasional di tengah percepatan transformasi digital.

