IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Morgan Stanley Borong Rp 541,9 Miliar Saham GOTO, Ada Apa?

By Aurelia 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ cnbcindonesia.com
SHARE

[Medan | 8 September 2026] Morgan Stanley & Co International Plc kembali melakukan aksi pembelian besar terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Aksi tersebut menarik perhatian pasar karena dilakukan setelah saham GOTO keluar dari indeks MSCI pada September 2026.

Morgan Stanley Beli 21,67 Miliar Saham GOTO

Pada perdagangan 2 September 2026, Morgan Stanley membeli sekitar 21,67 miliar saham GOTO dengan harga pelaksanaan Rp25 per saham. Dengan transaksi tersebut, dana yang dikeluarkan Morgan Stanley mencapai sekitar Rp541,98 miliar.

Pembelian dilakukan melalui tiga tahap, yakni 12,57 miliar saham, 119,95 juta saham, dan 9,22 miliar saham. Setelah transaksi tersebut, Morgan Stanley tercatat menguasai sekitar 87,48 miliar saham GOTO atau setara dengan 7,59% dari total saham beredar.

Aksi Akumulasi Sudah Dimulai Sejak Akhir Agustus

Aksi pembelian tersebut bukan pertama kalinya dilakukan Morgan Stanley. Sebelumnya, pada akhir Agustus 2026, institusi tersebut telah membeli sekitar 3,8 miliar saham GOTO. Pembelian sebelumnya dilakukan pada harga Rp23 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp87,3 miliar. Akumulasi saham dalam jumlah besar tersebut terjadi di tengah tekanan terhadap GOTO menjelang dan setelah proses rebalancing indeks MSCI.

JP Morgan Masih Pertahankan Pandangan Overweight

Di sisi lain, JP Morgan masih mempertahankan rekomendasi overweight terhadap saham GOTO. Dalam risetnya, JP Morgan menilai harga saham GOTO yang sebelumnya stagnan di level Rp50 per saham berada pada valuasi yang menarik. Analis juga menyoroti rencana Bursa Efek Indonesia untuk menghapus batas harga minimum Rp50 per saham. Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas perdagangan saham GOTO.

Namun, selesainya proses penyesuaian indeks dan perubahan mekanisme perdagangan juga berpotensi mengurangi tekanan jual dari investor pasif atau passive funds yang sebelumnya mengikuti indeks tertentu.

Fundamental GOTO Mulai Menunjukkan Perbaikan

Dari sisi kinerja, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp607 miliar sepanjang semester I-2026. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp10,99 triliun. Pendapatan terbesar berasal dari jasa pengiriman sebesar Rp3,2 triliun, diikuti imbalan jasa sebesar Rp3,15 triliun dan pendapatan pinjaman sebesar Rp2,71 triliun.

Pertumbuhan pendapatan dari bisnis pinjaman menjadi salah satu yang paling tinggi, dengan kenaikan sebesar 65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pendapatan dari layanan e-commerce Tokopedia mencapai Rp551 miliar atau tumbuh 32,3%, sementara pendapatan iklan tercatat sebesar Rp254 miliar.

Buyback Jadi Katalis yang Dinantikan Pasar

Investor juga masih menantikan realisasi program buyback saham GOTO hingga Rp3,5 triliun. Program tersebut berpotensi menjadi katalis positif karena dapat menambah permintaan terhadap saham GOTO di pasar. Perseroan juga mempertimbangkan sejumlah langkah korporasi lainnya, termasuk kemungkinan reverse stock split.

Manajemen GOTO sebelumnya menyatakan ingin memastikan kondisi makroekonomi mendukung sebelum menggunakan dana buyback agar langkah tersebut dapat memberikan dampak yang optimal terhadap perusahaan dan pemegang saham.

Apa Artinya bagi Investor?

Aksi pembelian besar oleh Morgan Stanley menjadi perhatian karena terjadi ketika GOTO berada dalam periode penuh tekanan setelah keluar dari indeks MSCI. Namun, transaksi tersebut tidak serta-merta dapat diartikan sebagai investasi jangka panjang Morgan Stanley terhadap GOTO karena transaksi institusi dapat dilakukan untuk berbagai kepentingan.

Meski demikian, kombinasi antara akumulasi saham oleh investor institusi, perbaikan profitabilitas, rencana buyback hingga Rp3,5 triliun, serta potensi berkurangnya tekanan jual setelah rebalancing MSCI menjadi sejumlah faktor yang patut diperhatikan pasar. Ke depan, kemampuan GOTO mempertahankan profitabilitas dan mengeksekusi strategi pertumbuhannya akan menjadi faktor utama dalam menentukan apakah perbaikan fundamental tersebut dapat mendorong pemulihan valuasi saham perseroan.

 

You Might Also Like

BUMI Resmi Akuisisi 100% Saham Loyal Metals

Saham Kesehatan Mendadak ARA, Gara-gara Erupsi Anak Krakatau?

IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) Ditunda, Ada Apa?

Danantara Jajaki Pendanaan Rp 2 Triliun ke VKTR, Ada Apa?

Asing Banyak Borong Saham BBRI, Ada Sentimen Apa?

TAGGED: Morgan Stanley, saham GOTO
Aurelia September 8, 2026 September 8, 2026
Previous Article Purbaya Sebut Bencana Alam Belum Berdampak Signifikan ke Ekonomi
Next Article Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$ 146,5 Miliar di Agustus 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?