[Medan | 4 September 2026] Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan milik Universitas Gadjah Mada (UGM), harus ditunda. Penundaan terjadi karena perseroan belum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga batas waktu yang sebelumnya ditetapkan.
Pernyataan Efektif OJK Belum Terbit
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, belum terbitnya pernyataan efektif membuat jadwal IPO SWAP berpotensi mundur dari rencana awal. Menurut Hasan, batas waktu pernyataan efektif sebelumnya jatuh pada 31 Agustus 2026. Karena hingga batas waktu tersebut perseroan belum memperoleh persetujuan, proses IPO perlu disesuaikan terlebih dahulu.
“Karena memang mereka dalam rangka persetujuan untuk pernyataan efektif tentu harus menunggu hal itu dari OJK. Kalau itu belum diterima maka nanti akan ada kemungkinan pemunduran jadwal dimaksud,” kata Hasan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (3/9/2026).
SWAP Perlu Melakukan Revisi dan Penyesuaian
Setelah penundaan, SWAP akan menjalani proses revisi dan penyesuaian sebelum kembali mengajukan proses untuk memperoleh pernyataan efektif dari OJK. Hasan mengatakan, setelah proses tersebut selesai, perseroan dapat kembali melanjutkan tahapan menuju persetujuan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penundaan ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa IPO SWAP dibatalkan. Perseroan masih dapat melanjutkan proses setelah memenuhi penyesuaian yang diperlukan dan memperoleh pernyataan efektif dari regulator.
BEI Sudah Terima Permohonan Penundaan
Sebelumnya, BEI telah menerima surat permohonan penundaan pelaksanaan IPO SWAP pada 1 September 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan penundaan dilakukan karena hingga 1 September 2026 SWAP belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK. Dengan begitu, jadwal penawaran umum yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 2-8 September 2026 tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Bidik Dana IPO Rp45,22 Miliar
Dalam rencana IPO tersebut, SWAP menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru atau sekitar 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut sebelumnya ditawarkan dalam kisaran harga Rp130-Rp140 per saham. Dengan asumsi harga penawaran berada di batas atas, dana yang berpotensi dihimpun perseroan mencapai sekitar Rp45,22 miliar. Dana tersebut menjadi bagian dari rencana pendanaan perseroan setelah melantai di pasar modal.
Jadwal Pencatatan Ikut Mundur
Sebelum ditunda, SWAP dijadwalkan melakukan penawaran umum pada 2-8 September 2026 dan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 September 2026. Namun, belum terbitnya pernyataan efektif OJK hingga memasuki September membuat seluruh rangkaian jadwal tersebut harus disesuaikan. Investor kini perlu menunggu proses revisi dan pengajuan kembali hingga SWAP memperoleh pernyataan efektif sebelum mengetahui jadwal IPO berikutnya.

