[Medan | 7 September 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini di zona hijau. Pada Senin (7/9/2026), IHSG dibuka menguat 0,18% atau 12,14 poin ke level 6.648,62, setelah sebelumnya ditutup di level 6.636. Penguatan indeks pada awal perdagangan didorong oleh mayoritas sektor, dengan sektor kesehatan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi.
Sektor Kesehatan Jadi Bintang Perdagangan
Indeks sektor kesehatan melonjak 2,56% pada awal perdagangan. Sejumlah saham farmasi dan produsen alat kesehatan bahkan mencatatkan kenaikan signifikan. PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) memimpin penguatan dengan kenaikan 30,56% ke level Rp94 per saham. Saham PT Phapros Tbk (PEHA) melonjak 20,13% menjadi Rp370, sementara PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) naik 19,35% ke Rp296. Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga menguat 18,18% ke level Rp520 per saham.
Lonjakan saham-saham tersebut didorong oleh sentimen meningkatnya kebutuhan produk kesehatan di tengah kekhawatiran pasar terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Erupsi Anak Krakatau Jadi Sentimen Jangka Pendek
Menurut Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, perhatian investor tertuju pada potensi dampak abu vulkanik yang dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Paparan abu vulkanik berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan dan iritasi mata. Kondisi tersebut kemudian memunculkan ekspektasi meningkatnya permintaan terhadap masker, obat-obatan pernapasan, hingga produk kesehatan lainnya.
Ekspektasi tersebut menjadi katalis positif jangka pendek bagi saham-saham di sektor farmasi dan alat kesehatan. Namun, investor tetap perlu mencermati bahwa kenaikan berbasis sentimen seperti ini dapat bersifat sementara dan pergerakan harga saham berpotensi mengalami volatilitas tinggi ketika sentimen mulai mereda.
Sektor Lain Turut Mendukung IHSG
Selain kesehatan, sejumlah sektor lain juga bergerak positif. Sektor infrastruktur naik 0,47%, energi menguat 0,33%, dan barang konsumen non-primer bertambah 0,29%. Sektor teknologi naik 0,24%, disusul properti sebesar 0,09% dan barang konsumen primer sebesar 0,07%. Meski demikian, beberapa sektor masih berada di zona merah. Sektor industri turun 0,65%, transportasi dan logistik melemah 0,30%, sementara sektor bahan baku terkoreksi 0,29%. Sektor keuangan juga melemah tipis 0,01%.
IHSG Masih Dibayangi Risiko Koreksi
Di tengah penguatan pada awal perdagangan, MNC Sekuritas mengingatkan bahwa IHSG masih berpotensi mengalami koreksi secara teknikal setelah pergerakan positif selama pekan sebelumnya. IHSG tercatat menguat 1,82% secara mingguan dan ditutup di level 6.636,475. Namun, secara teknikal, indeks diperkirakan masih memiliki area support di kisaran 6.578–6.626, dengan support lanjutan di level 6.561 dan 6.476. Sementara itu, area resistance berada di kisaran 6.705 dan 6.755.
Dengan demikian, penguatan sektor kesehatan menjadi katalis utama pada awal perdagangan hari ini, tetapi pergerakan IHSG secara keseluruhan masih perlu dicermati karena indeks berada di area yang rentan terhadap aksi ambil untung.
Aktivitas Perdagangan Pekan Lalu Menguat
Sebelumnya, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia selama periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 menunjukkan peningkatan. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 35,9% menjadi 48,99 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga naik 25,75% menjadi Rp19,22 triliun. IHSG sendiri menguat 1,82% sepanjang pekan tersebut, sementara kapitalisasi pasar meningkat 1,47% menjadi Rp11.599 triliun.
Meski aktivitas perdagangan meningkat, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp29,76 miliar selama periode tersebut. Sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp68,05 triliun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG dalam beberapa waktu terakhir masih didukung oleh aktivitas investor domestik. Sementara itu, sentimen khusus seperti potensi peningkatan permintaan produk kesehatan akibat erupsi Anak Krakatau menjadi pendorong pergerakan sejumlah saham tertentu dalam jangka pendek.

