IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Apa Dampaknya Jika Suku Bunga BI dan The Fed Setara di Level 5,75%?

By Aurelia 3 years ago Ekonomi
Image source: Pixabay/ Pexels
SHARE

[Medan | 16 Oktober 2023] Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 Agustus 2023 lalu memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%. Begitu pula dengan  Bank Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), yang juga memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 19-20 September 2023 lalu waktu setempat.

Meskipun begitu, The Fed memberikan sinyal bahwa pihaknya masih akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps lagi hingga akhir tahun 2023 ini. Dengan begitu, jika The Fed kembali menaikkan suku bunganya, maka suku bunga AS akan berada di kisaran 5,5-5,75%, alias setara dengan suku bunga BI. Lantas, apa yang akan terjadi jika suku bunga BI dan The Fed setara di level 5,75%?

Salah satu dampaknya adalah pelemahan mata uang rupiah. Hal ini terjadi karena minat investor untuk berinvestasi di Indonesia menurun, karena suku bunga di Amerika Serikat yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia. Dengan demikian, permintaan terhadap rupiah menurun, sehingga nilai tukar rupiah cenderung melemah. Jika terjadi pelemahan lebih lanjut, dampaknya akan dirasakan secara luas di Indonesia, mulai dari inflasi yang meningkat hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Meskipun begitu, sejumlah analis memproyeksikan bahwa Bank Indonesia kemungkinan akan mempertimbangkan opsi untuk menaikkan suku bunga acuan hingga mencapai 6% pada sisa tahun 2023 ini, terutama jika depresiasi nilai tukar rupiah tidak dapat dikendalikan dan terus bergerak menuju level Rp 16.000 per dolar AS. Adapun pada hari Jumat (13/10/2023), mata uang Rupiah ditutup di level Rp 15.690 per dolar AS.

 

You Might Also Like

Catat Rekor, Jepang Jual Dolar US$ 40 Miliar Untuk Intervensi Yen

Trump Tetapkan Tarif 15% dan Batas Harga Minimum Impor Polisilikon

Harga Minyak Naik Lagi Usai RUU Iran Soal Selat Hormuz Jadi Sorotan

Pasar Menanti Rilis Data Cadangan Devisa RI Hari Ini

Siap-siap! Prabowo Bakal Ajukan Nama Calon Gubernur BI Pekan Ini

TAGGED: suku bunga BI, suku bunga The Fed
Aurelia October 15, 2023 October 16, 2023
Previous Article Jaya Agra (JAWA) Mau Private Placement, Buat Apa?
Next Article Israel-Palestina Perang, Harga Minyak Meroket!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?