IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Dolar AS, Borong Emas

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ ikpi.or.id
SHARE

[Medan | 1 Juni 2026] Keinginan semakin banyak bank sentral dunia untuk mengurangi porsi cadangan devisa dalam dolar AS dan meningkatkan kepemilikan emas mencerminkan perubahan bertahap dalam pengelolaan cadangan global. Pergeseran ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat, serta pandangan bahwa sistem moneter global akan semakin bersifat multipolar. Meskipun hingga saat ini dolar AS masih mempertahankan statusnya sebagai mata uang cadangan utama dunia, tren diversifikasi cadangan devisa mulai semakin terlihat.

Bagi Indonesia, fenomena ini tidak memberikan dampak langsung dalam jangka pendek terhadap pasar keuangan. Namun, dalam jangka panjang, berkurangnya dominasi dolar AS berpotensi mengubah pola arus modal global dan komposisi cadangan devisa berbagai negara. Peningkatan kepemilikan emas oleh bank sentral juga mencerminkan preferensi investor institusional terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Bagi pasar obligasi Indonesia, dampaknya cenderung netral hingga sedikit positif. Diversifikasi cadangan devisa global dapat mendorong investor untuk memperluas alokasi investasi ke aset negara berkembang yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, termasuk obligasi pemerintah Indonesia. Apalagi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 100 bps sepanjang tahun ini, yield Surat Berharga Negara (SBN) menjadi lebih menarik bagi investor asing.

Sementara itu, bagi pasar saham, sentimen ini relatif netral. Pergeseran komposisi cadangan devisa merupakan tren struktural yang berlangsung secara bertahap sehingga tidak menjadi katalis utama pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Fokus investor domestik masih lebih tertuju pada data ekonomi seperti inflasi, PMI manufaktur, neraca perdagangan, arah kebijakan Bank Indonesia, serta perkembangan arus dana asing.

Secara keseluruhan, kabar ini memperkuat pandangan bahwa diversifikasi aset global terus berlangsung. Namun, selama belum terdapat alternatif yang mampu menggantikan dominasi dolar AS secara signifikan, perubahan tersebut diperkirakan akan terjadi secara bertahap sehingga dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia dalam waktu dekat masih relatif terbatas.

 

You Might Also Like

PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Turun ke 46,9, Masuk Fase Kontraksi

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

Rilis Hari Ini, Inflasi dan Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik

Iran Ingin Kendali Penuh Atas Selat Hormuz

Iran-AS Siap Lanjutkan Negosiasi Lagi di Doha

TAGGED: Bank Sentral, dolar AS, emas
Aurelia Tanu July 1, 2026 July 1, 2026
Previous Article PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Turun ke 46,9, Masuk Fase Kontraksi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?