IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Bakal Terapkan Tarif 100% Untuk Impor Drone

By Aurelia 8 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ terra-drone.co.id
SHARE

[Medan | 14 Agustus 2026] Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memperketat kebijakan perdagangan dengan memberlakukan tarif hingga 100% terhadap impor sistem pesawat tanpa awak (unmanned aircraft systems/UAS) dan komponennya. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat (AS) terhadap produk drone asing sekaligus memperkuat industri domestik yang dianggap strategis bagi keamanan nasional.

Tarif tertinggi akan dikenakan terhadap drone dengan ukuran tertentu atau yang memiliki kemampuan terkait keamanan nasional. Sementara itu, drone berukuran lebih kecil tanpa kemampuan tersebut akan dikenakan tarif 25%. Kebijakan ini akan mulai berlaku untuk sebagian besar produk dalam waktu 21 hari, sedangkan tarif 25% untuk drone tertentu berlaku setelah 180 hari.

AS Ingin Kurangi Ketergantungan Impor

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyimpulkan bahwa penetrasi drone dari produsen asing telah berada pada tingkat yang signifikan dan AS terlalu bergantung terhadap sistem pesawat tanpa awak serta komponennya dari luar negeri. Pemerintahan Trump menilai drone kini memiliki peran strategis yang semakin besar, terutama setelah perang Rusia-Ukraina menunjukkan efektivitas teknologi tersebut dalam operasi militer.

Drone tidak hanya digunakan untuk pengawasan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam operasi tempur dan pertahanan. Perkembangan tersebut membuat Washington melihat industri drone sebagai sektor yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional sekaligus kepentingan ekonomi. Trump dalam keputusan tersebut menyebut sistem pesawat tanpa awak sebagai teknologi yang penting bagi keamanan nasional dan ekonomi AS.

China Jadi Pihak yang Paling Tertekan

Kebijakan baru tersebut berpotensi memberikan tekanan besar terhadap industri drone China. China merupakan salah satu produsen drone terbesar dunia, sementara DJI Technologies yang berbasis di Shenzhen menguasai sekitar 70% pasar drone komersial AS hingga tahun lalu.

Dengan tarif hingga 100%, produk drone China akan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan ketika masuk ke pasar AS. Kondisi tersebut dapat mengurangi daya saing produsen China sekaligus memberikan ruang bagi produsen domestik AS untuk meningkatkan pangsa pasar.

Kebijakan ini juga muncul menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping, sehingga berpotensi menjadi tambahan tekanan dalam hubungan perdagangan kedua negara.

Bukan Kebijakan Anti-China Pertama

Tarif drone tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebijakan AS untuk membatasi dominasi China dalam teknologi strategis. Sebelumnya, Federal Communications Commission (FCC) telah membatasi impor sejumlah drone buatan asing, termasuk model-model baru DJI. Washington juga memperketat pembatasan terhadap sejumlah teknologi asing lainnya seperti robot dan inverter listrik.

Kebijakan tersebut telah memicu respons dari Kementerian Perdagangan China dan berpotensi kembali meningkatkan ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Dengan demikian, kebijakan drone tidak hanya berkaitan dengan industri pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi AS untuk mengurangi ketergantungan terhadap China dalam teknologi berteknologi tinggi.

Tarif Berbeda Berdasarkan Negara

Tidak seluruh negara akan menghadapi tarif 100%. Drone dari negara yang telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS akan dikenakan tarif 15%, dengan syarat seluruh perangkat keras dan teknologi berasal dari negara tersebut atau AS. Ketentuan tersebut berlaku untuk Uni Eropa, Jepang, Swiss, dan Taiwan. Sementara itu, produk drone dan komponennya dari Inggris akan dikenakan tarif 10%.

Perbedaan tarif ini menunjukkan bahwa Washington tidak hanya menggunakan kebijakan tersebut untuk membatasi impor, tetapi juga mendorong perusahaan global membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi dengan AS dan negara-negara mitra dagangnya.

Kebijakan Menggunakan Pasal 232

Tarif baru tersebut diberlakukan menggunakan kewenangan berdasarkan Pasal 232 Trade Expansion Act 1962, yang memungkinkan pemerintah AS membatasi impor apabila dianggap mengancam keamanan nasional. Kewenangan yang sama sebelumnya digunakan Trump untuk mengenakan tarif terhadap sejumlah produk seperti baja, aluminium, tembaga setengah jadi, serta mobil dan suku cadang kendaraan.

Langkah tersebut menjadi semakin penting setelah Mahkamah Agung AS pada Februari memutuskan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya ketika menggunakan kekuatan darurat federal untuk memberlakukan tarif global secara luas. Dengan menggunakan Pasal 232, pemerintahan Trump memiliki dasar hukum berbeda yang secara khusus berkaitan dengan pertimbangan keamanan nasional.

Saham Produsen Drone AS Melonjak

Pasar saham langsung merespons positif kebijakan tersebut bagi perusahaan drone domestik AS. Saham AeroVironment, Aevex, dan Unusual Machines melonjak dalam perdagangan setelah jam bursa setelah pengumuman tarif. Investor melihat kebijakan tersebut sebagai peluang bagi produsen AS untuk mendapatkan perlindungan dari persaingan produk impor, khususnya dari China.

Namun, kenaikan saham produsen drone juga perlu dilihat dari sisi jangka panjang. Tarif tinggi memang dapat memberikan perlindungan terhadap industri domestik, tetapi biaya komponen impor yang meningkat juga dapat menekan biaya produksi perusahaan AS apabila rantai pasok domestiknya belum sepenuhnya terbentuk.

Dampak ke Pasar Global

Bagi China, kebijakan ini berpotensi menambah tekanan terhadap sektor teknologi dan manufaktur berorientasi ekspor. Tarif tinggi dapat mengurangi akses produsen China ke pasar AS sekaligus mempercepat upaya diversifikasi pasar dan rantai pasok.

Bagi AS, kebijakan tersebut berpotensi memberikan keuntungan kepada produsen drone domestik dan mendorong investasi di sektor manufaktur, komponen, serta teknologi pertahanan. Namun, harga produk drone di pasar AS juga berpotensi meningkat akibat biaya impor yang lebih tinggi.

Bagi pasar global, kebijakan ini menambah risiko fragmentasi rantai pasok teknologi. Jika China memberikan respons balasan, ketegangan perdagangan AS-China dapat kembali meningkat dan memberikan tekanan terhadap sentimen aset berisiko.

Untuk pasar Indonesia, dampak langsung terhadap IHSG relatif terbatas karena sektor drone bukan penggerak utama indeks. Namun, apabila kebijakan tersebut berkembang menjadi eskalasi tarif yang lebih luas antara AS dan China, efek tidak langsung melalui perdagangan global, harga komoditas, nilai tukar, dan arus modal perlu diperhatikan.

 

You Might Also Like

Prabowo Sebut Motor Listrik Nasional Diproduksi Paling Lambat 2028

Prabowo Mau RI Tekan Impor BBM Lewat CNG hingga Biofuel

Inflasi Produsen AS Juli Melambat, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga?

Inflasi AS Juli Sesuai Ekspektasi, Fed Punya Ruang Pangkas Suku Bunga?

Siap-siap! Prabowo Bakal Pidato APBN 2027 Besok (14/8)

TAGGED: tarif trump, trump drone
Aurelia August 14, 2026 August 14, 2026
Previous Article Inflasi Produsen AS Juli Melambat, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga?
Next Article Prabowo Mau RI Tekan Impor BBM Lewat CNG hingga Biofuel
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?