IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

BI Diperkirakan Masih Tahan Suku Bunga di Rapat Hari Ini

By Aurelia 5 months ago Ekonomi
Image source: AP/ niaga.asia
SHARE

[Medan | 22 April 2026] Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 21–22 April 2026. Keputusan ini mencerminkan strategi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro di tengah tekanan global.

Inflasi Terkendali, Pertumbuhan Tetap Dijaga
Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai penahanan suku bunga dilakukan agar momentum ekspansi ekonomi tidak terganggu. Inflasi domestik masih relatif terkendali dan diperkirakan berada di bawah 3,5% selama tidak ada penyesuaian harga energi bersubsidi, sehingga urgensi perubahan suku bunga masih terbatas.

Tekanan Rupiah Jadi Pertimbangan Utama
Di sisi lain, nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir mengalami pelemahan signifikan, dipicu kombinasi faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, lonjakan harga minyak, serta meningkatnya risiko geopolitik global. Kondisi ini membuat ruang penurunan suku bunga menjadi semakin sempit, karena pelonggaran justru berisiko memperdalam tekanan terhadap rupiah dan memperbesar outflow asing.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, yang menilai tekanan eksternal masih menjadi alasan utama BI menahan suku bunga.

Market Sudah Price In, Dampak Jadi Terbatas
Dengan ekspektasi yang sudah terbentuk kuat bahwa BI akan menahan suku bunga, keputusan ini pada dasarnya telah priced in oleh pasar. Artinya, dampak langsung terhadap IHSG dan pasar obligasi cenderung terbatas. Tidak akan ada kejutan signifikan yang bisa mendorong rally maupun koreksi tajam hanya dari hasil RDG ini.

 

You Might Also Like

Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz dengan Orman Segera Rampung

Bank Sentral China Terus Borong Emas, Catat Rekor Baru Terbesar Sejak 2023

Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$ 146,5 Miliar di Agustus 2026

Purbaya Sebut Bencana Alam Belum Berdampak Signifikan ke Ekonomi

Intervensi Yen, Cadangan Devisa Jepang Anjlok Terendah Dalam 4 Tahun

TAGGED: BI rate, suku bunga BI
Aurelia April 22, 2026 April 22, 2026
Previous Article Iran Tak Hadiri Negosiasi Putaran Kedua dengan AS di Pakistan
Next Article Harga Minyak Naik Lagi di Tengah Ketidakpastian Iran-AS
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?