IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Stabil Usai Optimisme Negosiasi AS-Iran

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ getglobalgroup.com
SHARE

[Medan | 5 Juni 2026] Harga minyak dunia bergerak stabil setelah sebelumnya mencatat penurunan harian pertama dalam pekan ini, di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membuka kembali jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Contents
Harga Minyak Tertahan di Tengah Harapan DiplomasiSelat Hormuz Tetap Jadi Fokus Utama PasarPasar Menunggu Pemulihan Volume PengirimanKonflik Lebanon Masih Jadi Hambatan DiplomasiDampak terhadap Inflasi dan Pasar Global

Harga Minyak Tertahan di Tengah Harapan Diplomasi

Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah level US$93 per barel setelah anjlok lebih dari 3% pada perdagangan Kamis. Sementara itu, Brent ditutup di kisaran US$95 per barel.

Pergerakan tersebut mencerminkan perubahan sentimen pasar yang mulai kembali optimistis terhadap prospek stabilisasi pasokan energi global setelah Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan cukup baik.

Optimisme tersebut muncul meskipun kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat.

Selat Hormuz Tetap Jadi Fokus Utama Pasar

Pasar minyak global saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia pada kondisi normal.

WTI sendiri masih mencatat kenaikan lebih dari 6% sepanjang pekan ini karena ketidakpastian negosiasi sebelumnya sempat memicu kekhawatiran bahwa distribusi energi global kembali terganggu.

Namun secara year-to-date sejak awal April, harga kontrak berjangka minyak masih terkoreksi sekitar 20% setelah AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata yang mengakhiri lebih dari lima pekan konflik terbuka.

Pasar menilai meredanya risiko perang skala penuh menjadi faktor utama yang mendorong normalisasi harga minyak dalam beberapa bulan terakhir.

Pasar Menunggu Pemulihan Volume Pengiriman

Analis Raymond James, Pavel Molchanov, mengatakan penurunan harga minyak dari level di atas US$110 per barel sebelum gencatan senjata menuju kisaran US$90 saat ini mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko kerusakan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

“Pergerakan WTI dari level di atas US$110 sebelum gencatan senjata ke kisaran US$90-an saat ini merupakan refleksi dari kelegaan pasar bahwa perang skala penuh telah berakhir dan infrastruktur minyak sebagian besar tidak mengalami kerusakan signifikan,” ujar Molchanov.

Meski demikian, menurutnya, potensi penurunan harga lebih lanjut masih akan sangat bergantung pada pemulihan signifikan volume pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun premi risiko geopolitik mulai berkurang, pasar masih belum sepenuhnya yakin pasokan energi global dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Konflik Lebanon Masih Jadi Hambatan Diplomasi

Di sisi lain, proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih menghadapi berbagai hambatan politik dan militer. Serangan militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperlambat kemajuan diplomasi.

Ketika ditanya mengenai penolakan Hezbollah terhadap proposal gencatan senjata Lebanon, Trump mengatakan kelompok tersebut tetap membuka jalur komunikasi dengan AS.

“Mereka tidak menolak saya. Mereka menghubungi kami untuk membahas penghentian permusuhan,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi diplomatik masih terus berlangsung meskipun situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya stabil.

Dampak terhadap Inflasi dan Pasar Global

Stabilnya harga minyak di level tinggi tetap menjadi perhatian pasar global karena berpotensi mempertahankan tekanan inflasi, terutama bagi negara-negara importir energi.

Harga minyak yang bertahan di atas US$90 per barel dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama di Amerika Serikat dan memperbesar tekanan terhadap emerging markets melalui jalur penguatan dolar AS serta kenaikan yield obligasi global.

Bagi Indonesia, pergerakan harga minyak menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi inflasi domestik, subsidi energi, defisit transaksi berjalan, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Dalam jangka pendek, pasar diperkirakan masih akan bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan negosiasi AS-Iran, kondisi keamanan di Timur Tengah, serta pemulihan arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

 

You Might Also Like

AS Siapkan Sanksi Untuk Presiden Kuba

Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000, BI Tingkatkan Intervensi

Istana Bantah Prabowo Bakal Reshuffle dan Ganti Menkeu Purbaya

DPR AS Voting Untuk Batasi Wewenang Trump Terhadap Iran

Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Kebijakan Satu Pintu DSI

TAGGED: harga minyak, Iran-AS
Aurelia Tanu June 5, 2026 June 5, 2026
Previous Article Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000, BI Tingkatkan Intervensi
Next Article AS Siapkan Sanksi Untuk Presiden Kuba
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?