IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Data Inflasi AS Lebih Rendah dari Ekspektasi, Harga Emas Naik!

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ investopedia.com
SHARE

[Medan | 15 Juli 2026] Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (15/7/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar. Perlambatan inflasi tersebut mendorong optimisme bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga meningkatkan daya tarik aset safe haven seperti emas.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,6% menjadi US$4.063,78 per troy ons pada perdagangan Selasa sore waktu AS. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,6% ke posisi US$4.069,70 per troy ons.

Inflasi Melambat Dorong Ekspektasi The Fed

Kenaikan harga emas dipicu oleh data inflasi AS yang menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) secara tahunan turun menjadi 3,5% pada Juni, lebih rendah dibandingkan 4,2% pada Mei. Sementara itu, inflasi inti (Core CPI) secara bulanan tercatat 0,0%, setelah pada bulan sebelumnya meningkat 0,2%.

Data tersebut memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan pelemahan inflasi menjadi katalis utama penguatan emas. “Inflasi utama turun lebih besar dari perkiraan, sementara inflasi inti tidak berubah. Kondisi ini seharusnya secara signifikan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, terutama pada pertemuan The Fed bulan Juli maupun September,” ujarnya.

Pelemahan Dolar Tambah Tenaga Reli Emas

Selain didukung data inflasi, reli emas juga memperoleh sentimen positif dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS tercatat turun sekitar 0,6%, sehingga membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap logam mulia. Usai data inflasi dirilis, pelaku pasar juga memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 28-29 Juli.

Pasar Kini Menanti Data PPI

Fokus investor kini beralih pada rilis Producer Price Index (PPI) atau inflasi produsen AS yang dijadwalkan diumumkan Rabu (16/7/2026). Data tersebut akan menjadi petunjuk lanjutan mengenai arah inflasi serta prospek kebijakan moneter The Fed. Di sisi lain, Ketua The Fed Kevin Warsh dalam kesaksiannya di hadapan House Financial Services Committee kembali menegaskan bahwa bank sentral tetap berkomitmen membawa inflasi kembali menuju target 2%.

Konflik Timur Tengah Batasi Potensi Kenaikan

Meski sentimen inflasi mendukung penguatan emas, pasar masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania, sementara militer AS kembali menyerang sejumlah target di Iran dalam konflik yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Eskalasi tersebut mendorong harga minyak naik ke level tertinggi dalam hampir satu bulan.

Tai Wong menilai kenaikan harga minyak berpotensi kembali memicu tekanan inflasi sehingga dapat membatasi ruang kenaikan harga emas. “Reli emas kemungkinan tertahan di sekitar US$4.200 dalam beberapa sesi mendatang, sementara harga perak berpotensi bergerak menuju kisaran US$63 hingga US$64 per ons,” katanya.

Menurutnya, apabila inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga energi, bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Logam Mulia Lainnya Ikut Menguat

Tidak hanya emas, mayoritas logam mulia juga ditutup menguat pada perdagangan Selasa. Harga perak spot naik 2% menjadi US$58,79 per ons, platinum menguat 1,6% ke US$1.629,83 per ons, sedangkan paladium melonjak 4,8% menjadi US$1.307,30 per ons.

 

 

You Might Also Like

Koalisi Masyarakat Gugat Pasal 50A UU P2SK Patriot Bond ke MK

Makin Panas! Trump Mau Serang Gunung Pickaxe, Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran

Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz 20%, Mau Ganti dengan Kesepakatan Investasi

Inflasi AS Turun, Good News Untuk Market?

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp 24,12 Miliar

TAGGED: harga emas
Aurelia July 15, 2026 July 15, 2026
Previous Article Inflasi AS Turun, Good News Untuk Market?
Next Article Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz 20%, Mau Ganti dengan Kesepakatan Investasi
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?