IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz 20%, Mau Ganti dengan Kesepakatan Investasi

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ reuters.com
SHARE

[Medan | 15 Juli 2026] Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz, hanya sehari setelah kebijakan tersebut diumumkan. Sebagai gantinya, Trump memilih mendorong skema perdagangan dan investasi dari negara-negara Teluk ke Amerika Serikat.

Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah sekutu Washington di kawasan Teluk dikabarkan meminta AS membatalkan rencana pungutan tersebut karena dinilai dapat mengganggu perdagangan energi global. “Saya memutuskan mengganti biaya kompensasi 20% dengan kesepakatan perdagangan dan investasi dari berbagai negara Teluk ke Amerika Serikat,” tulis Trump melalui media sosial. Meskipun begitu, Trump tidak mengungkapkan besaran investasi maupun negara-negara yang telah berkomitmen dalam skema tersebut.

AS Tetap Perketat Tekanan terhadap Iran

Walaupun tarif dibatalkan, Washington tetap memperketat tekanan terhadap Teheran. Pemerintah AS mengonfirmasi kembali memberlakukan blokade terhadap aktivitas pelayaran Iran menuju maupun keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisirnya. Kebijakan tersebut mulai berlaku pukul 16.00 waktu Washington.

Selain itu, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran dengan tujuan melemahkan kemampuan Teheran dalam mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran tetap menegaskan bahwa mereka memiliki kendali atas Selat Hormuz dan berhak mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut sesuai kepentingan nasionalnya.

Dinilai Kembali Ubah Arah Kebijakan

Pembatalan tarif tersebut kembali memunculkan istilah “TACO” (Trump Always Chickens Out) di kalangan pelaku pasar, yakni anggapan bahwa Donald Trump kerap mengubah atau membatalkan kebijakan yang sebelumnya diumumkan.

Saat ditanya mengenai alasan perubahan kebijakan tersebut, Trump mengatakan dirinya telah berdiskusi dengan perwakilan Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Menurutnya, negara-negara tersebut lebih memilih meningkatkan investasi ke Amerika Serikat dibanding dikenakan tarif baru. “Saya tidak menyukai konsep pungutan seperti itu. Mereka akan melakukan investasi besar di Amerika Serikat, dan saya jauh lebih menyukai pendekatan tersebut,” ujar Trump.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai komitmen investasi baru dari negara-negara Teluk. Bahkan, salah satu sumber menyebut terdapat pemerintah di kawasan tersebut yang membantah pernah menyepakati peningkatan investasi sebagai kompensasi atas pembatalan tarif tersebut.

Harga Minyak Tetap Bertahan Tinggi

Pasar minyak sempat merespons positif setelah Trump membatalkan tarif Selat Hormuz. Meski kenaikan harga sempat mereda, minyak akhirnya kembali menguat seiring berlanjutnya konflik antara AS dan Iran. Harga minyak mentah Brent ditutup naik hampir 2% menjadi US$84,73 per barel, level tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam setelah Trump mengumumkan rencana pungutan 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut dikhawatirkan akan meningkatkan biaya distribusi energi global sekaligus mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Dinilai Sulit Diterapkan

Sejumlah analis menilai rencana tarif tersebut sejak awal sulit untuk direalisasikan karena berpotensi melanggar prinsip kebebasan navigasi internasional serta memperburuk hubungan AS dengan negara-negara sekutunya. CEO Infrastructure Capital Management, Jay Hatfield, bahkan menyebut gagasan tersebut tidak realistis.

Peneliti Middle East Institute, John Calabrese, juga menilai kebijakan tersebut berpotensi menciptakan preseden baru dalam perdagangan internasional. Menurutnya, apabila diterapkan, pungutan tersebut akan mengubah prinsip kebebasan bernavigasi menjadi layanan yang dapat diperjualbelikan, padahal hukum internasional melarang negara pantai mengenakan biaya kepada kapal yang hanya melintas.

Berdasarkan estimasi ClearView Energy Partners, tarif 20% terhadap kargo minyak dapat menambah sekitar 37 sen per galon pada harga bensin di Amerika Serikat apabila harga minyak berada di kisaran US$78 per barel.

Meski kebijakan tersebut telah dibatalkan, sejumlah analis menilai wacana pungutan di Selat Hormuz masih berpotensi kembali muncul, mengingat pemerintahan Trump sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan gagasan serupa sebagai upaya memperoleh kompensasi atas pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

 

You Might Also Like

Koalisi Masyarakat Gugat Pasal 50A UU P2SK Patriot Bond ke MK

Makin Panas! Trump Mau Serang Gunung Pickaxe, Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran

Data Inflasi AS Lebih Rendah dari Ekspektasi, Harga Emas Naik!

Inflasi AS Turun, Good News Untuk Market?

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp 24,12 Miliar

TAGGED: selat hormuz, tarif 20% selat hormuz
Aurelia July 15, 2026 July 15, 2026
Previous Article Data Inflasi AS Lebih Rendah dari Ekspektasi, Harga Emas Naik!
Next Article Makin Panas! Trump Mau Serang Gunung Pickaxe, Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?