IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik Usai Kapal Kargo Kena Proyektil di Dekat Oman

By Aurelia Tanu 2 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ aa.com.tr
SHARE

[Medan | 26 Juni 2026] Harga minyak dunia kembali menguat lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (25/6/2026) setelah sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di perairan dekat Oman. Insiden tersebut memicu kembali kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute distribusi minyak dan gas paling strategis di dunia.

Contents
Serangan Kargo Ganggu Pemulihan Jalur PelayaranHarga Minyak Kembali MenguatSelat Hormuz Tetap Menjadi Faktor KunciAS Tolak Rencana Pungutan di Selat HormuzHarga BBM Ikut Terdorong

Peristiwa ini terjadi ketika lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz mulai pulih menyusul kesepakatan awal damai antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, serangan terbaru tersebut menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan proses deeskalasi konflik di kawasan.

Serangan Kargo Ganggu Pemulihan Jalur Pelayaran

Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara upaya pengawalan kapal di Selat Hormuz setelah menerima laporan adanya serangan terhadap sebuah kapal kargo. Situasi semakin memanas setelah dua pejabat Amerika Serikat mengungkapkan kepada Reuters bahwa kapal tersebut ditembaki oleh Iran saat berupaya melintasi selat.

Di sisi lain, otoritas Iran menyatakan bahwa keamanan kapal yang beroperasi di luar jalur pelayaran resmi Hormuz tidak dapat dijamin. Pernyataan tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi global.

Harga Minyak Kembali Menguat

Merespons meningkatnya risiko geopolitik, harga minyak dunia bergerak naik. Kontrak minyak mentah Brent ditutup menguat US$1,52 atau 2,1% menjadi US$75,26 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,58 atau 2,3% ke level US$71,92 per barel.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah kedua acuan minyak tersebut sempat menyentuh level terendah sejak akhir Februari, seiring meningkatnya volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz pasca tercapainya kesepakatan damai awal antara AS dan Iran.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Faktor Kunci

Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia dikirim melalui Selat Hormuz. Oleh karena itu, setiap gangguan terhadap jalur tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar energi global.

Analis Rystad Energy memperkirakan apabila lalu lintas kapal tanker tidak segera kembali normal, produsen minyak di kawasan Teluk berpotensi memangkas produksi akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan yang mulai meningkat. Pemulihan distribusi secara penuh diperkirakan baru dapat terjadi pada tahun depan apabila kondisi keamanan kembali stabil.

AS Tolak Rencana Pungutan di Selat Hormuz

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kembali menegaskan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar.

Amerika Serikat bersama negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) menyatakan menolak segala bentuk pungutan maupun biaya penggunaan jalur pelayaran internasional tersebut. Rubio menegaskan tidak ada negara yang berhak mengenakan tarif atas penggunaan selat internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah beredar laporan bahwa Iran tengah mempertimbangkan penerapan biaya layanan keamanan, keselamatan, dan lingkungan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut laporan Wall Street Journal, kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan hingga US$40 miliar per tahun bagi negara-negara yang terlibat dalam pengelolaannya.

Harga BBM Ikut Terdorong

Kenaikan harga minyak turut diikuti lonjakan harga produk energi lainnya. Kontrak bensin berjangka Amerika Serikat melonjak sekitar 5%, sementara kontrak diesel naik sekitar 4%.

Selain faktor geopolitik, analis Gelber & Associates menilai penguatan harga juga didorong oleh aksi short covering dan pembelian teknikal setelah harga minyak berada pada kondisi oversold selama lebih dari sepekan.

Meski demikian, arah pergerakan harga minyak ke depan masih akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta kondisi keamanan di Selat Hormuz, mengingat kawasan tersebut tetap menjadi jalur vital bagi perdagangan energi global.

 

You Might Also Like

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah Jadi 3,75%

KPR 40 Tahun Resmi Disetujui, Berkah Untuk Saham Properti?

Panda Bond Dijadwalkan Terbit Awal Juli 2026

Inflasi PCE AS Mei Sesuai Ekspektasi, Kemana Arah Suku Bunga The Fed?

Trump Peringatkan Iran Soal Pungutan Tarif Tarif Hormuz

TAGGED: harga minyak
Aurelia Tanu June 26, 2026 June 26, 2026
Previous Article Inflasi PCE AS Mei Sesuai Ekspektasi, Kemana Arah Suku Bunga The Fed?
Next Article Panda Bond Dijadwalkan Terbit Awal Juli 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?