IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Tembus US$ 100 Lagi!

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ maintenanceandcure.com
SHARE

[Medan | 24 Juli 2026] Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mengancam pasokan energi global melalui dua jalur pelayaran paling strategis, yakni Selat Hormuz dan Laut Merah.

Harga minyak mentah Brent ditutup melonjak sekitar 7% ke level US$100,69 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 6,2% menjadi US$92,19 per barel. Dalam lima hari terakhir, Brent telah melonjak hampir 20%, mencerminkan meningkatnya premi risiko geopolitik di pasar energi.

Serangan ke Kapal Tanker Perburuk Kekhawatiran Pasokan

Mengutip Guardian, lonjakan harga minyak dipicu serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Salah satu kapal dilaporkan mengalami kebakaran setelah terkena serangan.

Houthi menyatakan aksi tersebut merupakan bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi yang mereka umumkan sebelumnya. Serangan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa distribusi minyak melalui Laut Merah akan semakin terganggu.

Di saat yang sama, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga terus meningkat. Iran kembali mengancam keamanan pelayaran di Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya di kawasan. Kondisi tersebut membuat pasar menghadapi risiko gangguan pasokan dari dua jalur ekspor minyak paling vital di dunia secara bersamaan.

Harga Minyak Berpotensi Menuju US$120

Sejumlah pelaku pasar mulai memperhitungkan skenario harga minyak dapat kembali mendekati US$120 per barel apabila konflik terus meluas dan mengganggu arus ekspor minyak dari Timur Tengah. Kekhawatiran tersebut mengingatkan pasar pada lonjakan harga minyak beberapa bulan lalu ketika Brent sempat menyentuh kisaran US$126 per barel akibat meningkatnya konflik di kawasan Teluk.

Padahal sebelumnya harga minyak sempat turun hingga sekitar US$71 per barel pada awal Juli setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, gagalnya proses diplomasi membuat premi risiko geopolitik kembali meningkat tajam.

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, mengatakan pasar sejauh ini masih terbantu oleh pelepasan cadangan minyak dan tambahan produksi dari beberapa negara produsen. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meningkatnya eskalasi konflik membuat pasar tetap rentan terhadap gangguan pasokan yang lebih besar.

Inflasi Kembali Jadi Ancaman

Lonjakan harga minyak kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Biaya energi yang meningkat berpotensi memperlambat proses penurunan inflasi sehingga bank sentral di berbagai negara mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan.

Sentimen tersebut langsung menekan pasar keuangan global. Bursa saham di Amerika Serikat dan Eropa bergerak melemah, sementara investor juga melepas obligasi pemerintah sehingga mendorong kenaikan imbal hasil (yield) surat utang di sejumlah negara maju.

Analis pasar IG, Chris Beauchamp, menilai volatilitas pasar kembali meningkat karena investor mulai mengantisipasi kemungkinan konflik berskala lebih luas di Timur Tengah. “Imbal hasil obligasi pemerintah terus meningkat, yang berpotensi menimbulkan tekanan bagi perekonomian negara-negara maju. Volatilitas melonjak dan pasar saham bergerak semakin dalam ke zona merah karena risiko konflik berskala penuh kembali muncul,” ujarnya.

Fokus Pasar Tertuju pada Selat Hormuz dan Laut Merah

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan keamanan di Selat Hormuz dan Laut Merah yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan lebih lanjut terhadap kedua rute tersebut berpotensi mempersempit pasokan energi global, mendorong harga minyak semakin tinggi, sekaligus meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia akibat tekanan inflasi yang kembali menguat.

 

 

You Might Also Like

Pemerintah Terbitkan Panda Bond Rp 18,4 Triliun, Oversubscribed 2,4 Kali

Trump Bakal Berlakukan Tarif Baru Lagi, Indonesia Kena Juga?

Harga Minyak Tembus US$ 100, Trump Buat Tarif Lagi, IHSG Gak Jadi Terbang?

Houthi Serang Tanker Arab Saudi, Pasokan Minyak Global Makin Terancam?

Konflik Makin Panas, Harga Minyak Tembus Level US$ 95 per Barel!

TAGGED: harga minyak, harga minyak dunia
Aurelia July 24, 2026 July 24, 2026
Previous Article Harga Minyak Tembus US$ 100, Trump Buat Tarif Lagi, IHSG Gak Jadi Terbang?
Next Article Trump Bakal Berlakukan Tarif Baru Lagi, Indonesia Kena Juga?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?