IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Intervensi Yen, Cadangan Devisa Jepang Anjlok Terendah Dalam 4 Tahun

By Aurelia 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ metrotvnews.com
SHARE

[Medan | 7 September 2026] Cadangan devisa Jepang mengalami penurunan terbesar dalam sejarah pada Agustus 2026 setelah pemerintah kembali melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar yen.

Cadangan Devisa Jepang Turun US$79,6 Miliar

Mengutip Reuters berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang (MOF), cadangan devisa Jepang pada akhir Agustus tercatat sebesar US$1,208 triliun. Angka tersebut turun US$79,6 miliar atau 6,18% dibandingkan posisi akhir Juli sebesar US$1,287 triliun. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya aset surat berharga asing, yang sebagian besar berupa US Treasury.

Jepang memiliki porsi besar surat utang pemerintah AS dalam cadangan devisanya. Aset tersebut diperoleh melalui operasi pembelian dolar selama sekitar dua dekade dan menyumbang sekitar 70% dari total cadangan devisa Jepang.

Jepang Gelontorkan US$98,7 Miliar untuk Intervensi Yen

Data terpisah dari MOF menunjukkan Jepang menghabiskan sekitar ¥15,4 triliun atau US$98,66 miliar untuk melakukan intervensi valuta asing sepanjang 30 Juli hingga 26 Agustus. Nilai tersebut menjadi operasi intervensi terbesar Jepang dalam satu bulan. Pemerintah melakukan intervensi dengan menjual dolar AS dan membeli yen untuk menahan pelemahan mata uang Jepang.

Langkah tersebut sempat mendorong yen dari posisi terlemahnya dalam 40 tahun, ketika mendekati ¥164 per dolar AS, menjadi sekitar ¥155,20 per dolar pada 3 Agustus. Namun, penguatan yen tidak berlangsung konsisten. Mata uang Jepang kembali melemah hingga mendekati ¥160 per dolar sebelum kembali menguat ke kisaran ¥155–¥156 pada awal September.

Jepang dan AS Kembali Lakukan Intervensi Bersama

Sebagian intervensi dilakukan secara terkoordinasi antara Jepang dan Amerika Serikat. Kerja sama tersebut menjadi intervensi bersama pertama kedua negara sejak 2011 dan sebelumnya tidak banyak diperkirakan oleh pasar.

Koordinasi tersebut menjadi penting karena intervensi dalam skala besar membutuhkan ketersediaan dolar yang cukup. Untuk mengurangi kekhawatiran mengenai kemampuan Jepang mempertahankan operasi tersebut, pemerintah Jepang dan AS menyatakan Tokyo dapat memanfaatkan fasilitas pendanaan yang disediakan oleh Federal Reserve.

Fasilitas The Fed Kurangi Tekanan terhadap Cadangan Jepang

Fasilitas tersebut diperkenalkan The Fed pada 2020 untuk menjaga stabilitas pasar keuangan selama pandemi Covid-19. Melalui mekanisme tersebut, Jepang dapat memperoleh likuiditas dolar tanpa harus menjual secara langsung sebagian kepemilikan US Treasury. Dengan demikian, fasilitas The Fed memberikan alternatif pendanaan bagi Jepang ketika melakukan intervensi untuk membeli yen. Hal ini juga membantu mengurangi tekanan terhadap cadangan devisa Jepang, terutama jika pemerintah perlu kembali melakukan intervensi apabila yen mengalami pelemahan tajam.

Yen dan Kebijakan The Fed Jadi Perhatian Pasar

Intervensi Jepang menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap pelemahan yen. Namun, kemampuan intervensi untuk mempertahankan penguatan yen tetap bergantung pada faktor fundamental, terutama perbedaan suku bunga Jepang dan AS serta arah kebijakan The Fed dan Bank of Japan.

Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi sementara Jepang masih menghadapi keterbatasan untuk memperketat kebijakan secara agresif, tekanan terhadap yen dapat kembali muncul. Kondisi tersebut berpotensi membuat pemerintah Jepang harus mempertimbangkan intervensi lanjutan.

Bagi pasar global, pergerakan yen juga penting karena perubahan nilai tukar Jepang dapat memengaruhi arus modal dan perdagangan aset global. Sementara itu, penurunan cadangan devisa yang sangat besar akibat intervensi menjadi sinyal bahwa pemerintah Jepang semakin aktif menjaga stabilitas mata uangnya.

 

You Might Also Like

Harga Minyak Tembus US$ 97 Usai AS dan Iran Saling Serang Lagi

Data Tenaga Kerja AS Kuat, The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga?

BI dan Kemenkeu Kini Sudah Punya Jadwal Penempatan SAL di Himbara

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Sejak Mei, Yen Balik Menguat

Prabowo Buka Peluang Kerjasama Energi hinnga Pangan dengan Rusia

TAGGED: intervensi yen, jepang yen, mata uang Yen
Aurelia September 7, 2026 September 7, 2026
Previous Article BUMI Resmi Akuisisi 100% Saham Loyal Metals
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?